Dalam rangka peningkatan kepatuhan pengguna jasa di bidang ekspor dan akurasi data ekspor pada Pelabuhan Muat KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas mengadakan acara Focus Grup Discussion (FGD) Realisasi Ekspor pada Senin, 12 April di ruang Pendidikan lantai 3 KPPBC TMP Tanjung Emas.

Anton Martin dalam sambutannya menegaskan untuk berkomitmen bersama instansi dan para pelaku bisnis dalam menghadapi kongesti di Pelabuhan dan sistem kelola nasional. Acara tersebut yang sebelumnya sudah pernah diselenggarakan tahun lalu, yakni FGD Peningkatan Kualitas Ekspor Melalui Rekonsiliasi. Namun pada kesempat tersebut diadakan kembali dengan mempertemukan undangan yang lebih banyak, yaitu pihak yang terlibat terkait eskpor. Diantaranya dihadiri oleh Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB) Provinsi Jawa Tengah, Asosiasi Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan Indonesia (Asakindo) Provinsi Jawa tengah, Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA) Provinsi JawaTengah, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, serta pengguna jasa turut hadir dalam FGD melalui undangan via zoom meetings.

Diharapkan melalui FGD lanjutan ini mampu memberikan manfaat bagi semua pihak terkait. Sehingga dapat meminimalisir segala kendala dalam proses bisnis ekspor secara langsung maupun tidak langsung.