Semarang(21/08/2018) – Maraknya penipuan melalui media sosial dengan mengatasnamakan Bea Cukai akhir-akhir ini memakan banyak korban. Terdapat beberapa laporan dari korban yang masuk ke Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Emas. Rata-rata pelaku menggunakan modus yang sama, yaitu meminta sang korban untuk mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya, dengan alasan barang kiriman milik korban ditahan oleh Bea Cukai.

Masyarakat dihimbau untuk waspada dan bijak dalam melakukan belanja online. Pihak Bea Cukai akan memberitahukan penahanan secara resmi kepada pemilik barang melalui pihak PJT (Perusahaan Jasa Titipan) atau Kantor Pos, bukan secara pribadi kepada pemilik barang.

Jika anda merasa curiga, Anda dapat melacak status barang yang dibeli di situs www.beacukai.go.id/barangkiriman atau langsung menghubungi Bravo Bea Cukai 1500225.