Semarang (6/9/2018) – Dewasa ini Masyarakat Indonesia sedang dihebohkan dengan nilai tukar rupiah yang sedang melemah terhadap Dolar Amerika. Pada Apel Bulan September yang dilaksanakan Kamis (6/9) di Aula Bea Cukai Tanjung Emas, Pelaksana Harian Kepala Kantor Isnu Irwantoro mengimbau seluruh pegawai untuk mendukung pemerintah dalam menguatkan rupiah.

“Kita tahu kondisi rupiah saat ini sedang lemah terhadap Dolar Amerika. Untuk kembali menguatkan rupiah, pemerintah akan melaksanakan beberapa kebijakan salah satunya melalui pengendalian impor melalui kebijakan Pajak Penghasilan,” tutur Isnu.

Pemerintah akan melakukan penyesuaian tari Pajak Pengahsilan (PPh) Pasal 22 terhadap beberapa komoditas yaitu naik dari 7.5% menjadi 10% untuk 210 item komoditas kategori barang mewah, 2.5% menjadi 10% untuk 218 item komoditas kategori barang konsumsi yang sebagian besar dapat diproduksi di dalam negeri, dan 2.5% menjadi 7.5% untuk 719 item komoditas kategori barang yang digunakan dalam proses konsumsi dan keperluan lain.

Dengan adanya kebijakan ini, tentu Bea Cukai memiliki peran besar dalam melaksanakan amanah pemerintah dalam pengendalian impor. Isnu meminta seluruh pegawai untuk memaksimalkan pelayanan dan pengawasan agar kebijakan ini dapat berjalan dengan baik.