Semarang (31/12/20) – Tutup tahun 2020, Bea Cukai Tanjung Emas berhasil lampaui 106,19% dari target APBN Tahun 2020 sebesar 1.361 Triliun Rupiah. Dari data yang masuk per tanggal 31 Desember 2020 pukul 15.00, total Penerimaan sebesar 1,446 Triliun Rupiah yang terdiri dari penerimaan dari sektor bea masuk senilai Rp. 1.384.545.173.949 atau 104,88% dari target penerimaan dan penerimaan dari sektor bea keluar sebesar Rp. 61.553.684.401 atau 147,51% dari target yang dibebankan pada penerimaan di tahun 2020.

Tak hanya itu Bea Cukai Tanjung Emas juga berhasil mengumpulkan penerimaan negara dari sektor PDRI (Pajak Dalam Rangka Impor) sebesar Rp. 7.016.863.587.316 -. Sehingga total penerimaan negara yang berhasil dihimpun oleh Bea Cukai Tanjung Emas sebesar Rp. 8.462.962.445.666.

Saat dikonfirmasi di kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin menyatakan bahwa per tanggal 15 Desember 2020 penerimaan bea cukai tanjung emas telah melampaui target APBN 2020. “Dari target yang telah ditetapkan kepada Bea Cukai Tanjung Emas, per tanggal 15 Desember 2020 kemarin, kami sudah dapat merealisasikannya.” Ungkapnya

Penyumbang bea masuk terbesar berasal dari bahan produk susu, parts sepeda dan mesin sedangkan bea keluar masih sama dengan tahun 2019 penyumbang terbesarnya yakni dari ekspor produk veneer.

Meskipun di tengah terpaan pandemi Covid-19, penerimaan negara dari sektor bea keluar tetap mendapat tren positif, dengan total penerimaan sebesar 147,51% dari target yang dibebankan. bahkan tren positif ini telah tercapai pada bulan September dengan total penerimaan sebesar 46,77 Miliar atau sebesar 112.10% dari target penerimaan bea keluar pada tahun 2020.

Tahun 2020 menjadi tantangan sendiri bagi Direktorat Jenderal Bea Cukai dalam menjalankan tugasnya baik sebagai Revenue Collector maupun Industrial Assistance. Pasalnya di tengah penerimaan pajak negara yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, Bea Cukai juga dituntut untuk menjalankan tugasnya sebagai Industrial Assistance dan Trade Facilitator yaitu memberikan dukungan kepada industri dalam negeri agar tetap mampu bertahan selama krisis ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19. Namun meskipun demikian  penerimaan dari sisi kepabeanan dan cukai secara nasional pada tahun 2020 tetap mengalami pertumbuhan yang positif. Bea Cukai Tanjung Emas sendiri mengalami penerimaan yang cukup fluktuatif. Penerimaan baik dari bea masuk dan bea keluar sempat mengalami penurunan pada bulan Mei dan Juni. Namun perlahan naik pada bulan Agustus sampai dengan Desember 2020.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi kami. Tentunya kami sangat mengapresiasi seluruh pelaku usaha, pengguna jasa, stakeholder yang telah mewujudkan target penerimaan Bea Cukai Tanjung Emas serta membantu pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi nasional.” imbuh Anton. Anton Martin juga berharap pencapaian ini dapat menjadikan cambuk agar kedepannya kita dapat berkarya lebih baik lagi untuk Indonesia dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional pasca pandemi Covid-19.