Kunjungan kerja ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Askolani tinjau langsung proses pemeriksaan bersama antara Bea Cukai dengan Karantina sebagai implementasi dari SSM dan Joint Inspection Customs & Quarantine, Kamis (25/03/21) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Program ini merupakan Implementasi Inpres No 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja Logistik Nasional, memperbaiki iklim investasi dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

“Dalam menghadapi pandemi Covid-19, kita harus selalu berinovasi dan berusaha memberikan terobosan-terobosan demi pemilihan ekonomi nasional. Teman-teman juga harus bisa menyeimbangkan peran sebagai revenue collector dan community protector secara seimbang.” pesan Askolani terkait  Joint Inspection yang terjalin antara Bea Cukai dengan Karantina.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengungkapkan bahwa, “Program ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan di wilayah Pelabuhan Tanjung Emas. Tujuan utama tak lain tak bukan sebagai inovasi untuk mempercepat proses bisnis di pelabuhan serta bukti nyata kontribusi Bea Cukai Tanjung Emas dalam pemulihan ekonomi nasioal.”

Anis Yulianti, Pemeriksa Barang Impor yang bertugas untuk melakukan Joint Inspection Bea Cukai dan Karantina saat Dirjen berkunjung, menambahkan bahwa dengan adanya program ini, pemeriksaan menjadi lebih cepat. “Pengguna jasa tak harus berkali-kali bongkar kontainer. Tentunya ini akan mempercepat pelayanan yang kami lakukan.” pungkasnya.

 “Saya berterimakasih dan menaruh harapan besar kepada teman-teman pemeriksa barang impor apalagi sekarang diberikan kesempatan yang sama antara pemeriksa laki-laki dan perempuan, saya sangat mengapresiasi.” ungkap Askolani kepada seluruh petugas pemeriksa barang impor di Pelabuhan Tanjung Emas.

Dalam arahannya Askolani berpesan agar seluruh pegawai Bea Cukai untuk selalu menjaga integritas dengan mengingat sumpah sebagai aparatur sipil negara, “karena sumpah kita kepada Tuhan bukan kepada atasan.” pesannya.