Semarang (19/9/2018) – Dalam Rangka Perbaikan Peringkat Ease Of Doing Business (EODB), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melaksanakan pengukuran performa pelabuhan dengan metode Time Release Study (TRS). Untuk persiapan TRS di Pelabuhan Tanjung Emas, Bea Cukai Tanjung Emas melaksanakan Sosialisasi kepada importir dan Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK) Rabu (19/9).

Senada dengan Dwelling Time, TRS merupakan metode pengukuran kinerja pelabuhan namun tak hanya diukur dari kapal bongkar tapi dari kedatangan kapal sampai pengeluaran barang dari kawasan pelabuhan. Pengukuran ini merupakan pendekatan dari  World Customs Organization (WCO).

“TRS tidak hanya mengukur lamanya barang keluar dari pelabuhan tetapi juga mengetahui proses di dalamnya,” jelas Agung Setijono yang merupakan narasumber sosialisasi.

Diharapkan hasil dari TRS ini dapat merepresentasikan kinerja pelabuhan yang merupakan jembatan perdagangan internasional dengan hasil yang menunjukkan kemudahan berbisnis di Indonesia sehingga dapat menaikkan peringkat EODB.