Semarang (28/08/2018) – Dwelling Time, hal yang tak pernah lepas dari kegiatan perdagangan internasional, untuk mengefisiensikan proses tersebut  Kepala Satuan Kerja Pengelola Portal Indonesia National Single Window (PP INSW), Jatmiko bekerja sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan  Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Emas untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD) bersama dengan Pengguna Jasa.

Sebagai tuan rumah, Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil menyambut kegiatan tersebut dengan hangat. Tjertja mengatakan bahwa waktu dwelling time merupakan tanggung jawab kita bersama, dan saat inilah waktu yang tepat untuk membahas ”kenapa dwelling time di Tanjung Emas masih tiga hari, sedangkan target waktu dwelling time yang ditetapkan secara nasional adalah dua hari”.

Dari data yang ditampilkan menunjukan bahwa waktu dwelling time pengguna jasa yang mendapatkan fasilitas jalur hijau terlihat lebih lama dari pengguna jasa yang tidak mendapatkan fasilitas tersebut. Dengan data seperti itu pasti terdapat hal yang perlu di diskusikan.

Semoga dengan adanya FGD ini dapat muncul solusi untuk menekan waktu dwelling time di Indonesia khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas. Sehingga biaya yang dikeluarkan dalam perdagangan internasional lebih efisien.