Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas hadiri undangan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dalam acara Sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 21 Tahun 2019 Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Kamis (12/11). Acara yang di gelar di HARRIS Hotel Sentraland Semarang  tersebut dibuka langsung oleh DR. Ir RINA, M.Si , Kepala BKIPM. Menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Ir. Slamet Budi Prayitno, MSc, acara yang bertajuk sosialisasi ini membawakan tema “Jaminan Kesehatan Ikan, Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Dalam Mendukung Perdagangan Dan Melindungi Sumberdaya Ikan .”

Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan menyebutkan bahwa perubahan dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dilakukan dengan tujuan agar penyelenggaraan Karantina dapat optimal, dan juga perlu dilakukan penyesuaian aturan terbaru mengikuti perkembangan serta kebutuhan di masyarakat. “Kami dari bea cukai akan selalu mendukung dan bersinergi dengan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan untuk kemajuan bangsa Indonesia, terlebih tujuan dari perubahan ini juga imbasnya mendorong tingkat efektivitas dan optimalisasi kerja, seperti kemarin kami juga saling bersinergi terkait Joint Inspection Bea Cukai Karantina” ungkap Anton Martin.