(Semarang, 15/08/2019) – Customs Clereance adalah hal yang tak bisa lepas dari perhitungan Dwelling Time saat kegiatan perdagangan internasional dilakukan, untuk mengefisiensikan proses tersebut  General Manager (GM) Terminal Petikemas Semarang (TPKS), Recky Julius Uruilal berkunjung ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk melakukan Forum Group Discussion (FGD).Sebagai tuan rumah, Kepala Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil menyambut kegiatan tersebut dengan baik. Tjertja mengatakan bahwa waktu dwelling time di tanjung emas ini masih merah, dan saat inilah waktu yang tepat untuk “berbagi informasi kenapa bisa terjadi hal seperti itu dan mari kita cari solusinya bersama-sama”.Dari data yang ditampilkan menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dwelling time, diantaranya yaitu kesiapan barang untuk diperiksa, fasilitas sarana prasarana pemeriksaan dan pengangkutan, jumlah petugas pemeriksa barang impor serta ketersediaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang ada.Semoga dengan adanya FGD ini dapat muncul solusi untuk mempercepat waktu dwelling time di Indonesia khususnya di Pelabuhan Tanjung Emas. Sehingga dapat mengefisiensikan biaya yang dikeluarkan dalam perdagangan internasional.