Semarang (25/11/2019) – Komitmen untuk tingkatkan neraca perdagangan dengan mendukung ekspor Produk Industri Kehutanan (PIK), Bea Cukai Tanjung Emas berikan asistensi kepada eksportir PIK Jawa Tengah, Senin (25/11/29).

Asistensi ini bertujuan untuk memfasilitasi keperluan dari pengguna jasa agar dapat mendorong proses bisnis ekspor yang mereka jalankan. “Arahan presiden untuk meningkatkan neraca perdagangan Indonesia, sebagai pemegang kewenangan di bidang ekspor-impor, Bea Cukai siap berkontribusi untuk memperkuat pemanfaatan ekspor dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.” terang Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karja Adil.

Terkait peningkatan ekspor Produk Industri Kehutanan (PIK), pengurangan hambatan yang ada pada proses ekspor harus segera ditindaklanjuti terutama berkaitan dengan pemenuhan ketentuan larangan dan pembatasan.

“Melalui asistensi ini dapat dijadikan referensi dan masukan dalam membuat kebijakan publik yang baik terkait ekspor Produk Industri Kehutanan (PIK) sehingga inovasi dapat diimplementasikan sampai kantor pelayanan.” ungkap Kepala Seksi Ekspor Direktorat Teknis Kepabeanan, Dicky Hadipratama.

Strategi jangka panjang yang harus dilakukan untuk penguatan ekspor adalah dengan mementukan komoditas unggulan yang berorientasi ekspor, diplomasi pengenaan Tarif Referensi (FTA) dan Akses Pasar, serta efisiensi logistic dan simplifikasi prosedural”

Melalui simplifikasi prosedur dan persyaratan ekspor Produk Industri Kehutanan (PIK) maka dapat mempercepat pelayanan kegiatan ekspor yang akan berdampak pada efisiensi waktu dan biaya.