Semarang (24/10/2018) – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DinperindagkopUKM) Kabupaten Banjarnegara telah melaksanakan Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penyederhanaan Prosedur dan Dokumen Ekspor dan Impor kepada para pelaku Usaha Kecil dan Menengah. Sebagai tindak lanjut, DinperindagkopUKM melakukan kunjungan lapangan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk mengetahui lebih lanjut tentang prosedur ekspor dan impor, Rabu (24/10).

Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai VII M. Muamar Kadafi menyambut rombongan Dinas dari Banjarnegara ini. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa para pelaku UKM saat ini mendapat kesempatan untuk memperolah bahan baku dari luar negeri dengan mendapatkan pembebasan Bea Masuk dengan mekanisme Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE-IKM) dengan syarat barang jadinya harus diekspor.

Materi tatalaksana kepabeanan di bidang ekspor disampaikan oleh Kepala Subseksi Hanggar Pabean Cukai XVI Donny Kristiawan.

“Secara umum, barang ekspor tidak diperiksa, namun ada beberapa kategori barang yang diperiksa fisik. Termasuk di antaranya yaitu barang yang terkena Bea Keluar, barang yang mendapat fasilitas KITE-IKM, juga ekspor sementara yang terkena Nota Hasil Intelijen (NHI). Tidak 100% diperiksa, tapi ada kemungkinan diperiksa fisik,” terang Donny.

Dalam kesempatan ini, para pelaku usaha berkesempatan untuk mendapat informasi sebanyak-banyaknya terkait ekspor barang dari sumber yang kompeten.