Ponorogo, 4 Mei 1972, seorang wanita bernama Rina Indrati dilahirkan. Seorang wanita yang telah mengabdikan dirinya pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selama 26 tahun terhitung sejak ia diterima di Prodip 3 Bea Cukai Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang sekarang bertransformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN.

Lulusan STAN tahun 1994 ini pertama kali ditempatkan di Kantor Wilayah Ujung Pandang sebagai auditor sebelum akhirnya hijrah ke Semarang dengan tugas yang sama pada tahun 1999. Pasca lulus dari STAN dengan jurusan Bea Cukai, ia memang sempat menggali ilmu akuntansi di almamater yang sama dengan jurusan pembantu akuntan selama satu tahun. Itulah mengapa sepanjang perjalanan karirnya, banyak ia abdikan di bagian audit.

Pada tahun 2014, ketika tugas audit disentralisasi ke Kantor Pusat, Rina melanjutkan karirnya di Bidang Kepatuhan Internal yang sebelumnya berada pada bidang yang sama dengan audit, yaitu Kepatuhan Internal dan Audit (KIA).

Dibentuknya KPPBC TMP A Semarang pada tahun 2015 menjadi tonggak karir Rina dalam menjalankan karir sebagai Pejabat Eselon V. Di kantor baru inilah, ia menduduki jabatan sebagai Kepala Subseksi Administrasi Penerimaan dan Jaminan 2. Tak lama setelah itu, yakni pada tahun 2016, ia dipindahtugaskan ke KPPBC TMP Tanjung Emas.

Diamanahi untuk memegang peran Subseksi Layanan Informasi, yang notabene belum pernah ia emban tak menjadikannya patah arang. Bertemu dengan banyak, melayani para pengguna jasa yang datang, memberikan penyuluhan, semua ia kerjakan dengan sepenuh hati.

Namun ternyata jiwa auditor masih sangat melekat di benaknya. Bahkan apabila Audit kembali didesentralisasi ke Kantor Wilayah, ia masih sangat ingin mengabdikan diri sebagai auditor Bea Cukai.

“Walau beban kerja di audit lebih berat, tapi penuh tantangan dan pengalaman” ungkapnya.

Tapi apapun peran yang ia jalankan sekarang, Rina akan memberikan yang terbaik bagi Bea Cukai, sesuai dengan cita-cita Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yakni Bea Cukai Makin Baik.