editkuBertempat di Ruang Pendidikan lantai 3 KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas Kamis, 30 Juli 2015 telah  diadakan kegiatan PPKP dengan tema “Unit Pengendalian Gratifikasi”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pegawai KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan diawali sambutan oleh Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean  Tanjung Emas, Ardiyanto. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan wejangan kepada pegawai di lingkungan KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas agar mampu menjaga diri sehingga tidak terjadi dikotomi dengan pegawai di KPPBC TMP A Semarang dan juga pegawai dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pengguna jasa agar sentimen negatif secara perlahan-lahan dapat dihilangkan. Beliau berpesan “Bekerjalah dengan ikhlas dan tulus, maka hidup akan terasa indah”

Acara selanjutnya diisi penyampaian materi oleh Kepala Seksi Kepatuhan Internal ,sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.01/2015 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan Kementerian Keuangan dan Surat Edaran Dirjen Bea Cukai Nomor SE-10/BC/2015 tentang Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan DJBC Melalui Unit Pengendali Gratifikasi (UPG) ditetapkan secara berjenjang UPG dibawah wewenang Seksi Kepatuhan Internal (KI) pada  KPPBC, Bidang KI pada Kanwil dan KPU, Pusat Kepatuhan Internal (PUSKI) pada Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, dan Inspektorat Jenderal pada Kementerian Keuangan. Sedangkan sistem pelaporan  dapat disampaikan melalui UPG langsung apabila pelaporan kurang dari 7(tujuh) hari sejak pemberian gratifikasi dan dapat langsung disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi apabila pelaporan kurang dari 30(tigapuluh hari) sejak pemberian gratifikasi. Gratifikasi sendiri pada sesungguhnya belum tentu  berupa uang namun gratifikasi dapat berupa barang, discount, komisi, fasilitas, dan rabat (discount).

Tidak semua gratifikasi wajib dilaporkan, gratifikasi yang wajib dilaporkan adalah gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas. Kita dapat menilai sendiri apakah pemberian dari seseorang itu termasuk dalam kategori gratifikasi atau tidak, dengan melihat pada potensi pemberian apakah menjurus pada jabatan atau tugas, pemberiannya apakah secara terbuka atau malah secara diam-diam (rahasia) dan serta dapat dilihat dari nilai pemberian itu sendiri apakah wajar atau tidak.editku1

Pada akhir acara Kasubsi KPTP memberikan tambahan materi berupa Pelaksanaan Evaluasi Pengelolaan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor KEP-154/BC/2014. Nantinya semua pegawai akan aktif dalam IKU dengan membuat logbook dari setiap kegiatan yang dilaksanakan pada tiap semester.

Setelah diadakannya PPKP tentang Unit Pengendalian Gratifikasi ini, diharapkan  dapat menambah pengetahuan serta memberi motivasi kepada para pegawai untuk bekerja dengan ikhlas dan tulus menuju bea cukai yang lebih baik.