Pada hari Selasa, 20 Januari 2015 bertempat di Ruang Pendidikan lantai 3 KPPBC TMP Tanjung Emas PPKP pertama di tahun 2014 diisi oleh Kepala Sub Bagian Umum, Iwan Setyaboedhi. Tepat pukul 08.00 , beliau membawakan PPKP dengan tema “Transformational Leader” yang diikuti oleh seluruh pegawai dan pejabat KPPBC TMP Tanjung Emas.

DSC_0310

Sebelum menyampaikan materi, beliau mengajak peserta PPKP untuk senam otak. Selain untuk memberikan semangat, juga termasuk untuk menghibur dan mencairkan suasana PPKP agar tidak terlalu tegang. Terlihat dari wajah ceria dan tawa lepas sebagian besar pegawai atau pejabat yang salah dalam mengikuti arahan sesuai yang disampaikan oleh beliau.

Memasuki materi, beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah suatu cara untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk dapat mencapai tujuan kelompok tersebut. Untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memiliki beberapa kompetensi seperti memiliki banyak inovasi, mampu menciptakan suatu hal yang orisil dan mampu mengembangkan organisasi tersebut menjadi lebih baik. Dengan gaya kepemimpinan yang baik dan sesuai dengan orang-orang yang dipimpin, organisasi tersebut pasti akan berkembang Namun, tidaks emua orang memiliki gaya kepemimpinan yang sama, itu semua dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu berdasarkan sifat dan perilaku. Bagaimana tipe-tipe tersebut dalam memimpin? Manakah yang lebih baik untuk dijadikan seorang pemimpin?

Pada tipe pertama yaitu tipe sifat. Pada tipe pemimpin ini, hal yang dinilai adalah kualitas internal seseorang untuk menjadi pemimpin. Pemimpin tersebut memang dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Sifat-sifat alami seorang pemimpin sudah terlihat semenjak dini. Pemimpin dengan tipe ini memiliki kejujuran dan integritas yang tinggi.Di samping itu, mereka sangat percaya diri dan professional di bidang mereka.Beberapa contoh pemimpin dengan tipe ini adalah Nabi Muhammad SAW dan Ir. Soekarno.

DSC_0333

Pada tipe kedua yaitu tipe perilaku. Tipe pemimpin ini merupakan tipe yang bisa dipelajari. Pemimpin yang lahir dengan tipe ini menekankan pada pekerjaan. Pemimpin ini juga sangat menjaga dengan membangun hubungan interpersonal dengan sangat baik, karena hubungan antara bawahan dan atasan merupakan suatu investasi jangka panjang. Dengan menjaga hubungan baik tersebut, bawahan akan merasa dibutuhkan dan menjadi loyal baik kepada atasan maupun kepada organisasi tersebut.

Dengan penjabaran di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap tipe kepemimpinan memiliki kelebihannya masing-masing. Namun hal yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah untuk menjadi pemimpin tranformasional, yaitu pemimpin yang mampu menginspirasi bawahannya untuk mencapai tujuan organisasi dengan cara influencing and persuasive. Pemimpin layaknya menjadi patokan, contoh dan penuntun organisasi untuk menjadi lebih baik.

 

Tags: