INDOPOS.CO.ID – Aksi jaringan pengedar narkotika internasional, yang menjadi penyuplai narkotika ke Indonesia makin meresahkan, dimana hingga saat ini Indonesia masih dianggap pasar yang menjanjikan untuk melepas produk-produk narkotika. Mengantisipasi dan menekan aksi tersebut, pemerintah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam, dengan melancarkan beberapa penindakan narkotika. Di kala petugas patroli laut dan K-9 Bea Cukai menggagalkan penyelundupan narkotika 1,622 ton di Perairan Timur Sumatera, petugas Bea Cukai Tanjung Emas dan Polda Jawa Tengah pun tak ketinggalan menggagalkan penyelundupan sabu.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Tjertja Karya Adil, mengungkapkan kronologi penindakan tersebut. “Kami mengamankan seorang penumpang perempuan Pesawat Air Asia AK 328 rute Kuala Lumpur – Semarang, berinisial EW (41) asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang tertangkap tangan menyelundupkan narkotika jenis sabu (methamphetamine) seberat 538 gram di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (19/2),” ujarnya.

Penindakan ini dilakukan berdasarkan analisis profiling terhadap gerak-gerik tersangka yang mencurigakan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan fisik terhadap barang dan badan penumpang, dan menemukan kristal bening, yang diduga narkotika, yang disembunyikan di dalam pembalut yang dipakai EW. Selanjutnya, petugas melakukan pengujian awal terhadap kristal tersebut hingga akhirnya didapatkan hasil positif sabu.

“Atas temuan tersebut, petugas membawa EW ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan kami juga melakukan control delivery dengan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah,” jelas Tjertja.

Dari penindakan 538 gram sabu ini, 2.690 jiwa diselamatkan dari ancaman penyalahgunaan narkotika, dengan asumsi 1 gram sabu dapat dikonsumsi 5 orang. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

“Sebagai community protector, sudah menjadi tugas Bea Cukai untuk mengawasi dan menindak tegas masuknya barang-barang yang berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya narkotika. Area pengawasan Bea Cukai meliputi darat, laut, dan udara, dan dengan dilengkapi petugas yang cakap dan unit teknis yang mendukung seperti unit anjing pelacak dan laboratorium, kami berkomitmen untuk menjalankan tugas pengawasan ini dengan sebaik-baiknya. Kami berharap masyarakat untuk selalu dapat membentengi diri dan mendukung pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika, salah satunya dengan melaporkan tindakan mencurigakan kepada aparat penegak hukum. Kami juga berharap sinergi yang baik antar aparat penegak hukum terus berjalan dan selalu dapat ditingkatkan,” tegas Tjertja. (*)

Sumber: Indopos