28a2de98-aba4-464e-9255-e6c5e69f7714_169

Batam -Ekonomi Indonesia mulai bangkit ditandai dengan angka pertumbuhan 5,18% pada triwulan II-2016. Berbagai proyek pembangunan yang tengah berjalan di sana-sini, diyakini dapat membawa perekonomian Indonesia tidak hanya membaik, tapi melejit hingga 7% per tahun.

“Ekonomi Indonesia bisa tembus 7%,” kata Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto saat berbincang santai di Hotel Harris, Batam, Kamis (11/8/2016).

Kuncinya, kata dia, adalah pembangunan infrastruktur yang merata di berbagai daerah. Dengan ketersediaan infrastruktur yang memadai, setiap daerah akan memiliki kualitas yang setara dengan daerah lainnya.

Dampak pembangunan infrastruktur paling mudah dilihat dari meningkatnya kunjungan wisata. Satu daerah yang semula diabaikan, akan memiliki daya tarik yang lebih baik bila infrastrukturnya telah lengkap tersedia. Misalkan saja jalan yang layak, ketersediaan listrik yang andal, hingga layanan keuangan yang mudah dijangkau.

“Kalau infrastrukturnya sama-sama lengkap, nanti orang kalau datang wisata ke Indonesia tidak lagi hanya berpikir Bali, tapi bisa punya pilihan ke Wakatobi atau tempat lainnya,” ujar dia.

Kunjungan wisata yang meningkat, sambung dia, membuka potensi ekonomi lain yang bisa menggerakkan gairah investasi di lokasi yang bersangkutan. Akhirnya, akan banyak bermunculan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak pada peningkatan ekonomi nasional.

“Target 7% tahun depan itu realistis kalau semua infrastruktur, pariwisata sudah maju. Jadi akan banyak wisatawan akan datang ke daerah,” kata dia.(dna/hns)

 

http://finance.detik.com/read/2016/08/11/184040/3273538/4/pertumbuhan-ekonomi-ri-diproyeksi-bisa-tembus-7-ini-syaratnya?f990101mainnews