Hari Jum’at tanggal 25 Agustus 2017 merupakan hari terakhir bagi Bapak Untung Basuki bertugas di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta karena di Hari Senin tanggal 28 Agustus 2017 beliau harus sudah bertugas di Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan. Selain mutasi Bapak Untung Basuki, Bapak Agus Yulianto selaku Kepala Bidang Pengawasan dan Penyidikan di KWBC Jawa Tengah dan DIY juga dipromosikan menjadi Kepala KWBC Aceh terhitung mulai tanggal 28 Agustus 2017. Oleh sebab mutasi dan promosi tersebut, maka KWBC Jawa Tengah dan DIY mengadakan acara pisah sambut kakanwil dan pelepasan kabid P2 di aula lantai 4 KPPBC TMP Tanjung Emas.

Dalam acara tersebut, kehadiran para pejabat tersebut di aula disambut dengan lantunan beberapa lagu dari paguyuban seni karawitan Budaya Chundoko yang merupakan kesenian khas dari KWBC Jawa Tengah dan DIY dan tentunya tidak akan dapat ditemukan di Sulawesi Bagian Selatan maupun Aceh. Setelah memasuki aula, Bapak Untung Basuki memberikan sambutan untuk yang terakhir kali sebelum meninggalkan KWBC Jawa Tengah dan DIY. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sambutan dari pengganti Bapak Untung Basuki, yakni Bapak Parjiya yang akan menjabat sebagai Kepala KWBC Jawa Tengah dan DIY. Bapak Parjiya juga kebetulan pernah bertugas di KWBC Jawa Tengah dan DIY sebelum menjadi eselon II.

Setelah sambutan dari Kakanwil ‘lama’ dan ‘baru’, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari kepala Bidang P2 yang akan dipromosikan ke KWBC Aceh yakni bapak Agus Yulianto. Setelah sambutan-sambutan dari para pejabat yang pindah, terdapat pemutaran video untuk para pejabat yang pernah mengabdi di KWBC Jawa Tengah dan DIY tersebut. Tidak lupa KPPBC TMP Tanjung Emas mengirimkan grup vocal untuk mempersembahkan nyanyian bertajuk “Indonesia Jaya” dan “Sayang” untuk melepas para pejabat yang pindah. Bukan hanya itu, beberapa pegawai dari Kantor Bea Cukai Cilacap, Surakarta, dan KWBC Jawa Tengah dan DIY juga menampilkan sebuah grup band yang menyanyikan beberapa lagu hiburan untuk melepas pejabat yang pindah.

Salah satu hal yang identik dengan Bea Cukai yaitu harus siap ditempatkan dimana saja dan kapan saja. Penanaman mental siap siaga dari diklat kesamaptaan menjadi bekal para pejabat untuk ikhlas dan siap menerima dimanapun beliau pindah. Selamat mengemban tugas baru untuk bapak Untung Basuki, bapak Parjiya, dan bapak Agus Yulianto. Semoga amanah dan makin baik!