Rabu, 15 Maret 2017

Dilaksanakan serah terima barang tegahan berupa NPP kepada pihak BNNP Jateng di Ruang Rapat Penindakan dan Penyidikan KPPBC TMP Tanjung Emas. Penyerahan berupa NPP yang telah digagalkan pengirimannya melalui Kantor Pos Lalu Bea Semarang, penggagalan dilakukan pada tanggal 25 November 2016.  Saat dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan Xray, petugas operator Xray mendapati pencitraan image yang mencurigakan pada salah satu paket EMS yang didalamnya diduga berisikan mainan scooter yang pada gagangnya terdapat pencitraan image yang tidak wajar dan diindikasikan ada barang NPP didalamnya. Berdasarkan atensi pada barang tersebut, petugas P2 dan Pabean Pos melakukan pemeriksaan lebih mendalam dengan membuka paket tersebut dengan didampingi oleh pegawai Kantor Pos. Kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang tersebut, berdasarkan atensi image Xray yaitu pada gagang scooter, dilakukan pembongkaran pada gagang scooter dan didapati 2 (dua) bungkusan hitam berisikan Kristal bening pada masing-masing gagang scooter. Untuk mengetahui lebih lanjut apakah Kristal bening tersebut merupakan NPP atau tidak, dilakukan pemeriksaan narkotes, dan hasil narkotes menunjukan Kristal  tersebut positif NPP jenis Methampethamine.

Pada hari berikutnya, 26 November 2016 dilakukan pelacakan paket EMS tersebut, dikarenakan harga barang diatas USD 50, maka sesuai peraturan perundang-undangan barang tersebut dikenai bea masuk dan PDRI, atas dasar tersebut petugas bea dan cukai membuat surat panggilan kepada pemilik barang agar dapat datang langsung untuk melunasi dan  mengambil barangnya di Kantor Pos. Namun, saat petugas pos mengantarkan surat panggilan Bea Cukai ke alamat penerima barang, rumah penerima barang ternyata dalam keadaan kosong dan sudah lama tidak berpenghuni. Kemudian petugas pos menitipkan surat tersebut kepada tetangga untuk diserahkan kepada yang bersangkutan jika sudah datang.

Upaya lain dilakukan petugas bea dan cukai yaitu control delivery paket EMS dengan menunggu pemilik barang mengambil barangnya di Kantor Pos dan berjaga di sekitar loket pengambilan barang internasional. Namun, setelah seminggu pemilik barang tidak juga mengambil barangnya, maka akan dibuatkan kembali surat pemanggilan kedua. Hingga upaya yang terakhir ini, si pemilik barang juga tidak ada di rumah saat surat panggilan diantarkan. Terhadap barang tersebut dilakukan serah terima dari petugas pabean Pos kepada petugas P2 KPPBC TMP Tanjung Emas.

Dengan adanya penggagalan pemasukan NPP ini menambah deretan panjang kasus narkoba yang ada di Indonesia, bea cukai sebagai salah satu instansi yang bertugas melindungi masyarakat dari peredaran dan pemasukan barang illegal selalu melakukan upaya-upaya terbaiknya dan tentu butuh sinergi dari instansi lain dan masyarakat luas demi mewujudkan Indonesia Hebat!