Rabu, 28 Desember 2016, bertempat di KPPBC TMP Tanjung Emas telah dilaksanakan Press Release Pengungkapan dan Penggagalan Penyulundupan NPP yang dihadiri oleh Kepala Kanwil DJBC Jateng dan DIY, Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Kepala BNNP Jawa Tengah, Kepala Kantor Pos Semarang, serta rekan-rekan dari media massa.

Penangkapan NPP yang diselundupkan melalui kiriman pos ini bermula dari kecurigaan Bea Cukai terhadap sebuah paket pos berisi kotak mainan anak-anak yang berasal dari Jerman. Saat dipeiksa menggunakan alat pemindai (X-Ray), diketahui ada gambar mencurigakan di dalam kotak tersebut. Petugas menduga paket tersebut berisi narkotika jenis ekstasi. Bea Cukai menginformasikan kecurigaan tersebut kepada BNNP Jawa Tengah pada hari Rabu, 21 Desember 2016 untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hari selanjutnya, Kamis, 22 Desember 2016, Bea Cukai bekerjasama dengan BNNP Jateng melakukan investigasi dan melaksanakan Controlled Delivery ke alamat penerima paket, yaitu rumah kos di daerah Tegalsari Semarang dengan nama penerima yang disamarkan yaitu YJP. Namun paket tersebut ditolak oleh pemilik rumah kos, dengan alasan tidak ada nama penerima di rumah tersebut. Petugas Kantor Pos juga mengirimkan surat pemberitahuan kepada nama di alamat yang dimaksud tetapi kembali ditolak dengan alasan yang sama. Tim gabungan terus melanjutkan penyelidikan di beberapa lokasi di Semarang.

 

Pada Selasa, 27 Desember 2016, dilakukan penangkapan terhadap seorang pria yang mengambil paket ekstasi di Kantor Pos Peleburan Semarang. Diketahui pria tersebut berinisial ASN yang beralamat di Ngaglik Semarang. Setelah diperiksa, ASN mengaku disuruh oleh seseorang berinisial EWT, warga Kawi, Semarang yang sedang menunggu di Kafe daerah Siranda, Semarang. Tim kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap EWT. Dari pemeriksaan, diketahui terdapat beberapa jenis narkotika pesanan sebelumnya yang disimpan di beberapa tempat, yaitu di rumah EWT (Kawi, Semarang), rumah ASN (Ngaglik, Semarang) dan rumah kos pacar ASN berinisial EPS (Tembalang, Semarang).

Dari hasil penggeledahan di tiga tempat tersebut, diperoleh lima jenis narkotika golongan I, yaitu Esktasi (1000 butir) asal Jerman, Kokain ( 2.8 gram) asal Bealnda, MDMA (138.74 gram) asal Polandia, Kethamine (82.67 gram) asal Belanda, dan LSD (1624 lembar) asal Polandia. Ditemukan pula ribuan kapsul kosong yang digunakan untuk mengemas MDMA dengan takaran 1 kapsul berisi 300 ml MDMA. Berbagai varian narkotika tersebut rencananya akan diedarkan di beberapa tempat hiburan malam, kafe, bar, night club, dan karaoke di Semarang menjelang pesta pergantian taun baru 2017 mendatang.

Dari hasil pemeriksaan terhadap EWT, diketahui bahwa ia memperoleh berbagai jenis narkotika tersebut dengan membelinya secara online melalui forum drugs di internet. Ia membeli di sebuah akun penjual narkotika bernama @Homer dan setelah paket narkotika tersebut sampai Semarang, ia membayar menggunakan bitcoin (uang virtual untuk transaksi online).

Atas kasus tersebut, EWT dan ASN dikenakan pasal 113, 114 (2), 112 (2) dan 132 (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sedangkan EPS dikenakan pasal 112 (2) dan 131 (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.