Rabu, 26 Juli 2017. Dewan Kemakmuran Masjid Baitut Taqwa Kantor Wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Walimatul Safar. Menjadi pusat kegiatan para pegawai yang beragama islam dan para pengguna jasa di lingkungan kantor, Masjid Baitut Taqwa mempunyai sejumlah program kerja salah satunya yaitu Walimatul Safar ini. Acara dimulai setelah sholat Dhuhur berjamaah. Sebagai ustadz yang diundang dari luar, Drs. H. Ali Mukti Abror bertindak selaku imam dan pengisi materi tausiyah nanti. Sang Imam meminta jamaah untuk meluruskan dan merapatkan shaff. Sholat dhuhur berjalan dengan khusyuk. Setelah sholat sunnah, terlihat beberapa jamaah baru datang untuk melaksanakan sholat dhuhur di sisi sebelah kiri masjid. Panitia penyelenggara menyiapkan microfon dan perlengkapan lainnya. Panitia yang lain meminta para calon jamaah haji untuk berada di barisan depan supaya diketahui oleh jamaah lainnya. Setelah dipastikan jamaah yang masbuk tadi selesai melaksanakan sholat, mc acara M. Abu Amarkhomarudin membuka acara dengan suara rendah tapi jelas. Para jamaah nampak membenarkan posisi duduk tanda siap mengikuti acara ini. Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an oleh Hilman Nuzzy Al Mustaqim. Sejenak, suasana masjid yang menjadi kebanggaan warga Kantor Bea Cukai Jateng dan D.I. Yogyakarta tersebut menjadi hening. Para jamaah mendengarkan alunan Al Qur’an Surat Ali Imron Ayat 96-98 sambil menyimak bacaan dan arti dari ayat tersebut, “… mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah…”.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari salah satu calon jamaah haji, Rudi Aji Hermawan. Sebagai perwakilan, ia mengungkapkan bahwa mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji seperti sekarang ini adalah suatu keberuntungan yang luar biasa sehingga patut disyukuri. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kantor Wilayah Jateng dan D.I. Yogyakarta, Untung Basuki. Beliau menyampaikan pesan-pesan kepada para calon jamaah haji. Beliau juga menganjurkan kepada pegawai lain untuk dapat segera mendaftarkan diri haji karena waktu tunggu yang cukup lama.

Tausiyah pun dimulai. Ustadz Drs. H. Ali Mukti Abror berdiri menghadap para jamaah. Ustadz menjelaskan tata cara haji sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Sesekali beberapa jamaah tertawa ringan mendengar tausiyah yang disampaikan beliau karena diselingi candaan tapi bermakna. Selain itu, ustadz juga menyampaikan nasehat-nasehat kepada para calon jamaah haji dan memberi motivasi kepada jamaah lain untuk bisa menunaikan rukun islam yang ke lima ini.

Tausiyah selesai. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah. Seluruh jamaah bersalam-salaman. Jamaah Ikhwan dan Akhwat dipisah untuk menjaga agar tidak bercampur baur. Beberapa jamaah terlihat terharu. Para calon jamaah haji mendapat doa dari seluruh jamaah agar dapat menjalankan ibadah haji dengan baik dan lancar serta dapat kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur. Para calon jamaah haji pun tak kalah dengan mendoakan jamaah lainnya agar dapat diberi kesempatan Allah SWT menunaikan ibadah haji. Terlepas dari berbagai pendapat mengenai  “Walimatul Safar” ini, apa yang terjadi di Masjid Baitut Taqwa adalah suatu hal yang positif dan semoga diridhoi Allah SWT. Maju terus Bea Cukai. Bea Cukai “harus” semakin baik.

Admin 2.

 

Tags: , ,