552243_4706061656947_1409765724_n“Labbaika Allahumma labbaika.

Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka.
laa syarika laka.”

“Ya Allah, aku datang karena panggilanMu.
Tiada sekutu bagiMu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyanMu dan kekuasaanMu.
Tiada sekutu bagiMu.”

Masih terasa hangat di dalam hati kemeriahan Ramadhan dan Idul Fitri, kini tiba waktunya bagi jamaah haji  untuk bersuka cita menyiapkan diri.  Kloter demi kloter segera berangkat ke Tanah Suci mengantarkan jamaah haji pada momen yang sudah lama dinanti . Berhaji, bertamu ke rumah Allah SWT, menunaikan rukun Islam yang ke-lima.

Perjalanan yang lancar, aman dan nyaman selama proses berhaji tentu menjadi harapan kita semua. Untuk itu, demi kelancaran proses pemberangkatan dan kepulangan jamaah haji,  ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait peraturan kepabeanan dan cukai (Bea Cukai) mengenai barang bawaan. Jangan sampai kekhusyukan ibadah menjadi terganggu hanya karena ketidaktahuan jamaah haji terhadap peraturan yang berlaku.

PEMERIKSAAN BARANG BAWAAN JAMAAH HAJI

Pada prinsipnya terhadap barang bawaan jamaah haji pada saat keberangkatan, tidak dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea dan Cukai. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal terdapat kecurigaan dan atas dasar informasi intelijen terkait barang-barang larangan dan pembatasan, yaitu barang yang tidak diijinkan dibawa atau boleh dibawa namun dengan dibatasi persyaratan dan perizinan dari instansi terkait.

Sedangkan pada saat kedatangan, terhadap jamaah haji yang tiba dari Saudi Arabia diberlakukan ketentuan sebagaimana lazimnya penumpang udara internasional pada umumnya.

KEBERANGKATAN

Ada barang-barang yang tidak diperbolehkan dibawa oleh jamaah haji saat perjalanan antara lain :

1. Emas dan Perak, baik yang berupa bijih maupun murni. Adapun perhiasan yang dipakai diperbolehkan, namun alangkah baiknya tidak memakai perhiasan berlebih saat melakukan perjalanan haji.

2. Barang-barang yang merupakan larangan ekspor antara lain barang peninggalan sejarah/purbakala, tanaman/hewan langka,  dan sebagainya.

3. Barang-barang lainnya yang diatur / ditentukan oleh Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji (P3H) berdasarkan aturan larangan pemasukan di Saudi Arabia dan barang lain berdasarkan alasan keamanan serta kenyamanan penerbangan misalnya rokok.

KEDATANGAN

Perlu diketahui oleh jamaah haji bahwa pada prinsipnya semua jenis barang boleh dibawa ke Indonesia sepanjang  bukan merupakan barang larangan dan pembatasan (lartas).

a. Barang yang dilarang untuk dibawa:

1. Senjata tajam (pisau, cutter, gunting dll)

2. Senjata api

3. Korek api

4. Bahan peledak dan benda mudah meledak

5. Narkotika, obat-obatan terlarang, psikotropika, prekursor

6. Binatang dan tumbuhan yang dilindungi

7. Buku/CD/DVD/VCD yang menyebarkan ideologi berbahaya, benda/publikasi pornografi.

b. Barang yang diperbolehkan dibawa:

1. Barang yang dibeli diluar negeri (belanja) dengan kuota USD 250 per orang (sekitar 2,5 juta rupiah). Kelebihan dari kuota tetap boleh dibawa hanya saja akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor sesuai ketentuan yang berlaku.

2. Barang keperluan diri selama ibadah haji seperti: sajadah, tasbih, kopiah, sorban, peci, mukena, sarung, alat kecantikan, tustel (kamera digital), handphone, baju dll.

3. Bekal jamaah haji yang tidak terpakai selama di Tanah Suci seperti: makanan, minuman, obat-obatan, adult pampers, pembalut, dll.

4.  Oleh-oleh/ buah tangan selama menjalankan ibadah haji.

SANKSI

Sanksi yang dimaksud adalah tindakan yang diberikan karena  ada pelanggaran terhadap ketentuan barang bawaan seperti yang telah dijelaskan di atas. Tindakan tersebut antara lain:

1. Di tegah (dicegah) untuk dimusnahkan.  Adalah tindakan yang dilakukan terhadap barang larangan dan pembatasan seperti: minuman beralkhohol, zat kimia berbahaya, dll.

2. Membayar kelebihan Bea Masuk yang masih terhutang. Dikenakan terhadap barang yang dibeli di luar negeri melebihi kuota. Diperlakukan sebagai barang impor.

PROSEDUR MEMBAWA UANG RUPIAH.

Jamaah haji juga perlu memahami aturan yang berlaku  terkait  uang rupiah tunai yang dibawa selama perjalanan haji, yaitu:

  1. Setiap orang yang membawa uang rupiah sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) atau lebih ke luar wilayah pabean RI, wajib terlebih dahulu memperoleh izin dari Bank Indonesia.
  2. Setiap orang yang membawa uang rupiah sebesar Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah) atau lebih masuk wilayah pabean RI, wajib terlebih dahulu melaporkan dan memeriksakan uang tersebut kepada petugas Bea dan Cukai di tempat kedatangan.

HIMBAUAN

Setelah mengetahui aturan tersebut di atas, maka kepada jamaah haji diharapkan:

1. Tidak menerima titipan barang/koper dari orang yang belum anda kenal.

2. Tidak menyuruh orang lain membawakan barang/koper anda.

3. Tidak membawa/membeli barang-barang yang merupakan barang larangan pembatasan.

Demikianlah beberapa hal yang perlu diketahui terkait barang bawaan jamaah haji.  Semoga dengan memahami ketentuan yang berlaku, perjalanan haji menjadi aman dan nyaman.  Selamat menjalankan ibadah Haji, semoga diberi kemudahan dalam beribadah serta in shaa Allah menjadi Haji Mabrur. Aamiin.