Semarang (10/10/2018) – Untuk menambah pengetahuan tentang kepabeanan, 200 Taruna Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor “AMNI” Jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPN) melaksanakan kunjungan ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas. Kunjungan dibagi menjadi dua kloter dengan masing-masing kloter beranggotakan 100 taruna dan dosen pembimbing pada Selasa dan Rabu, 9 dan 10 Oktober 2018.

Dalam acara ini, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Heru Purwedi Sembiring menjelaskan tugas, fungsi, dan prosedur kepabeanan yang dilaksanakan oleh Bea Cukai.

Para Taruna telah mendapatkan bekal kepabeanan, namun pada kesempatan ini lah para taruna dapat menanyakan segala hal berkaitan dengan kepabeanan yang belum terjawab di kampus.

“Mengapa setiap barang yang ditahan Bea Cukai selalu dimusnahkan? Padahal banyak barang yang dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih berguna,” tanya Rizieq, salah seorang taruna KPN.

Heru menjelaskan bahwa tidak semua barang yang ditegah Bea Cukai dimusnahkan. Barang yang telah menjadi milik negara atau sering disebut dengan istilah Barang Milik Negara (BMN) akan dilihat karakteristik barangnya serta dilihat nilai ekonomisnya.

“Tidak semua barang hasil tangkapan Bea Cukai dimusnahkan, kita lihat dulu barangnya apa. Bahkan Bea Cukai pernah menghibahkan barang tangkapan berupa bawang selundupan asal Malaysia kepada Pemerintah Kota Aceh,” jelas Heru.

Diskusi berjalan begitu interaktif, banyak pertanyaan yang dilontarkan para taruna dan dapat dijelaskan dengan baik oleh Bea Cukai Tanjung Emas. Diharapkan dengan kunjungan seperti ini, para peserta dapat lebih paham kepabeanan. Bukan hanya karena bidang studi yang mereka geluti, namun sebagai Masyarakat Indonesia yang baik.