Dalam upaya meningkatkan integritas dan pencegahan pelanggaran korupsi, KPPBC TMP Tanjung Emas mengundang Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memberikan asistensi dan pengarahan terkait pengendalian Gratifikasi dan Pencegahan Korupsi yang diselengarakan melalui Zoom Meeting, Selasa, 30/03/2021.

Mengemban amanah sebagai revenue collector, Bea Cukai harus menjalin kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, untuk itu Integritas harus selalu dijaga. Dalam pengarahan disampaikan bentuk atau jenis-jenis dari gratifikasi, gratifikasi apa yang perlu dan tidak perlu dilaporakan, hingga tata cara dalam penggunaan Aplikasi GOL (Gratifikasi Online) untuk pelaporan jika mendapatkan gratifikasi.

Acara yang mendatangkan narasumber Yulian Sapto Prasetyo dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini dihadiri oleh seluruh pegawai. Yulian mengapresiasi Bea Cukai Tanjung Emas telah berhasil merain predikat WBK atau Wilayah Bersih dari Korupsi, harapanya kedepan agar integritas terus dijaga dan ditingkatkan.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas Anton Martin menekankan bahwa “dalam melakukan pekerjaan, tak hanya bekerja namun apa yang dilakukan diniatkan untuk ibadah dan mengabdi kepada negara dan bangsa. Sehingga Integritas terjaga tak hanya dari lisan dan perbuatan, namun juga dari hati.” Jika sudah begitu maka tidak akan mudah goyah. Imbuhnya.

Berbagai penguatan integritas dilakukan Bea Cukai Tanjung Emas, dari kegiatan kerohanian, bimbingan mental (bintal), terbentuknya unit pengendalian integritas, dibentuknya Change Agent, dilaksanakan Consulting, Monitoring dan Coaching setiap bulan, hingga menekankan integritas menjadi budaya kerja di lingkungan Bea Cukai Tanjung Emas.