SEMARANG, BCTEMAS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tanjung Emas terima kunjungan dari Fakultas Hukum Universitas Semarang (USM), Senin, 26 Maret 2018.

Bertempat di Ruang Pendidikan KPPBC  Tanjung Emas, rombongan mahasiswa dan dosen pembimbing Universitas Semarang (USM) belajar mengenal lebih jauh tentang tugas dan fungsi serta mekanisme ekspor dan impor yang berlaku di Indonesia.

“Dengan penuh harapan kami sampaikan bahwa kami mengirimkan 31 mahasiswa yang sekarang sudah duduk di semester 2,3,4, untuk mendapatkan pembekalan dan ilmu yang sebanyak-banyaknya terkait dengan Bea dan Cukai,” ungkap Subaidah Ratna Juita, dosen pembimbing, dalam pidato sambutannya.

Subaidah juga memaparkan bahwa sebagian besar dari riset yang dilakukan oleh mahasiswa untuk penulisan karya ilmiah sebanyak 70%-75% menulis terkait tindak pidana ekonomi yang salah satunya merupakan kewenangan dari Bea dan Cukai berkaitan dengan tindak pidana di bidang kepabeanan.

“Pada kesempatan kali ini, kami mohon bimbingan ilmu yang bisa dibagikan kepada mahasiswa sehingga mereka tidak hanya semata-mata dapat teori tapi juga praktik bisa seimbang khususnya yang berkaitan dengan Bea Cukai,” tambah Subaidah.

Penyerahan Plakat dari USM oleh Subaidah (kiri) kepada Bea Cukai Tanjung Emas oleh Heru (kanan) (BCTEMAS/Anggit Wicaksono Putro)

Sebelum memberikan materi kepabeanan kepada para mahasiswa, pihak KPPBC Tanjung Emas memberikan sambutan yang diwakili oleh Heru Purwedi Sembiring. Dalam sambutannya, Heru menjelaskan singkat tentang peran Bea Cukai dalam mengawasi lalu lintas barang yang keluar dan masuk Indonesia.

“Semua barang (ekspor dan impor) menjadi kewenangan Bea Cukai,” ujar Heru dalam pidato sambutannya.

Materi kepabenan disampaikan oleh Dimas Bagus Laksmana. Dalam materinya, Dimas menjelaskan mengenai pengertian Bea dan Cukai, Tugas dan Fungsi Bea Cukai, serta tatalaksana Impor dan Ekspor.

pemaparan materi oleh Dimas Bagus Laksmana (BCTEMAS/Anggit Wicaksono Putro)

“Salah satu fungsi Bea Cukai yaitu melindungi masyarakat dari barang-barang berbahaya seperti shabu,” jelas Dimas saat menyampaikan materi.

Acara kunjungan berjalan sangat interaktif, terlihat dari antusiasme mahasiswa dalam menerima materi dan mengajukan pertanyaan tentang materi yang belum dipahami. Diharapkan dengan pemberian materi kepabeanan kepada mahasiswa dapat menambah wawasan mereka tentang pelayanan dan pengawasan yang dilakukan Bea Cukai.

(Anis Yulianti)