Semarang (17/01/2019) – Bertempat di Ruang Rapat Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Kamis (17/01) 10 eksportir dengan kontribusi Bea Keluar tertinggi diundang dalam acara Focus Group Discussion Eksportir sekaligus pemberian penghargaan berkat kontribusinya dalam pencapaian target penerimaan Bea Cukai Tanjung Emas tahun 2018.

10 perusahaan yang komoditas utamanya adalah veneer ini yakni PT. Jiuda Senlin Indonesia, PT. Artha Kayu Indonesia, PT. Rimba Makmur Bersama, CV. Bangkit Perkasa, PT. Mandiri Timber Pratama, CV. Pangestu, PT. Ramadhika Jaya Mandiri, PT. Mega Indah Wood, PT. Abhirama Kresna, dan PT. Algo Timber Indonesia.

“Berkat kontribusi dari Perusahaan Bapak dan Ibu (eksportir), pada tahun 2018 Bea Cukai Tanjung Emas berhasil merealisasikan penerimaan Bea Keluar sebesar Rp 105 M. Penerimaan terbesar diperoleh dari  perusahaan dengan komoditas utama veneer yang mencapai 92,23%,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai III Yuli Aldrin.

Target penerimaan Bea Keluar yang pada awal tahun 2018 ditetapkan sebesar Rp 43.929.000.000 berhasil direalisasikan sebesar Rp 105.918.335.493. Ini artinya Bea Cukai Tanjung Emas berhasil mencapai 241.11% dari target.

Dalam forum ini, para eksportir juga diberi kesempatan untuk menyampaikan masukan kepada Bea Cukai Tanjung Emas agar pelayanan kepabeanan dan cukai yang diberikan semakin meningkat dan dapat kembali mencapai target penerimaan tahun 2019.