Ikut andil dalam Progam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai Tanjung Emas bersama Direktorat Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga (KIAL) sosialisasikan Peraturan terbaru terkait Ekspor, Kamis (22/20/2020) kepada Pengguna Jasa.

Sosialisasi yang dibuka oleh Direktur KIAL, R. Syarif Hidayat ini membahas Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-03/BC/2020 mengatur tentang Tata Laksana Pengenaan, Pemungutan, dan Penyetoran Sanksi Administratif Berupa Denda atas Pelanggaran Ketentuan Devisa Hasil Ekspor dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam dan telah ditetapkan 10 Maret 2020.

Kemdian dilanjutkan sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-07/BC/2020 tentang Perubahan atas PER-21/BC/2018 tentang Pemberitahuan Pabean Ekspor ditetapkan 19 Agustus 2020 serta sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor PER-08/BC/2020 tentang Tata Laksana Ekspor Kelapa Sawit, Crude Palm Oil (CPO), dan Produk Turunannya telah ditetapkan 11 September 2020.

“Langkah-langkah Pemulihan Ekonomi Nasional, salah satunya memperkuat ekspor dan mengendalikan impor, sehingga harus memberikan fasilitas kepada eksportir yang memenuhi ketentuan”, Ungkap R Syarif.

Hal ini diwujudkan dengan perpanjangan penundaan sanksi DHE SDA atas Pengawasan PEB bulan Agustus 2019 sampai dengan Bulan Desember 2020. Kebijakan penundaan sanksi pelanggaran ketentuan DHE SDA diambil oleh Kemenko Perekonomian dengan mempertimbangkan beratnya tantangan ekonomi yang dihadapi oleh pelaku usaha pada masa pandemic Covid-19.