Semarang (BC Temas) – KPPBC TMP Tanjung Emas adakan Kelas kepabeanan dengan tema Tata Laksana Pengenaan, Pemungutan, Dan Penyetoran Sanksi Administratif Berupa Denda Atas Pelanggaran Ketentuan Devisa Hasil Ekspor Dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, Dan Pengolahan Sumber Daya Alam. Kelas Kepabeanan ini dibuka langsung oleh Rr. Retno Murti Dewayani selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Emas di ruang rapat lantai 3 Bea Cukai Tanjung Emas.

Sesuai dengan PER-03/BC/2020, DHE SDA berasal dari kegiatan yang diantaranya: perkebunan, pertambangan, perikanan, dan kehutanan. Maka dari itu para eksportir wajib memasukkan DHE SDA ke rekening khusus yang telah ditetapkan oleh Bank Indonesia dan wajib membuat escrow account, serta jika sudah memiliki escrow account wajib memindahkan ke dalam negeri. “Escrow Account adalah rekening giro di bank atas nama penyelenggara yang merupakan titipan dan digunakan untuk tujuan tertentu yaitu penerimaan dan pengeluaran dana dari dan kepada pengguna jasa penyelenggara pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi” jelas Angga Angga Nur Wibawanto selaku narasumber dalam Kelas Kepabeanan tersebut.

Penggunaan atas DHE di dalam rekening khusus dimaksud dapat digunakan untuk pembayaran bea keluar dan pungutan lain dibidang ekspor, impor, pinjaman, keuntungan / dividen atas keperluan lain dari penanam modal (sesuai UU 25 tahun 2007 pasal 8).

Kelas Kepabeanan ini diharapkan mampu mendorong sinergi dan kepatuhan pengguna jasa dalam memahami ketentuan pengenaan, pemungutan dan penyetoran sanksi administratif atas ketentuan DHE SDA. Kelas juga dihadiri sebanyak 43 perusahaan pengguna jasa, diharapkan dapat menambah pengetahuan para penggiat usaha dibidang ekspor.