Semarang (20/08/2018) – Dalam rangka membantu perekonomian sebagai dampak atas pertikaian dengan Israel, pemerintah Indonesia tetapkan pembebasan bea masuk terhadap produk Palestina yang diantaranya adalah kurma dan minyak zaitun.

Melalui Perpres Nomor 34 Tahun 2018 komoditi impor dari Palestina yang sebelumnya mendapatkan tarif bea masuk sebesar 5% saat ini diberikan fasilitas pembebasan bea masuk. Jumlah barang yang dapat diimpor dari Palestina tidak ditentukan (tidak terbatas).

Keputusan ini mulai disepakati pada tanggal 12 Desember 2017 setelah ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama (MoU) oleh Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita, dengan Menteri Ekonomi Nasional Palestina, Abeer Odeh, dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) World Trade Organization (WTO) di Buenos Aires, Argentina.

Dengan ditandatanganinya kerjasama berupa pembebasan bea masuk ini diharapkan dapat meningkatkan masalah perekonomian yang sedang dialami oleh negara Palestina.