Semarang (BCTemas) – Pangkas regulasi pemeriksaan barang ekspor, Bea Cukai Tanjung Emas dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, laksanakan program joint inspection di Depo Pemeriksaan Karantina, Kompleks Pelabuhan Tanjung Emas,Jum’at (14/02/2020). Pemeriksaan barang ekspor yang berupa wood keruing veneer milik PT. Rimba Karya Pratama tersebut juga di saksikan langsung oleh kepala kantor Bea Cukai Tanjung Emas.

Program joint inspection atau pemeriksaan gabungan ini merupakan tindaklanjut dari ujicoba yang minggu lalu telah dilakukan. Dengan pelaksanaan program ini pemeriksaan yang sebelumnya dilakukan terpisah antara bea cukai dan balai karantina, diharapkan dapat memangkas waktu pemeriksaan dari container yang sama, sehingga proses bisnis dapat lebih efektif dan efisien.”kita akan terus berinovasi dan berusaha agar mendorong komiditi ekspor andalan jateng ini, kalau bisa kita rebut pasar global untuk komoditi komoditi ini ”,ungkap Anton Martin.

Bea Cukai tidak akan menghambat, bahkan akan memberi dukungan penuh agar ekspor dari Jawa Tengah dapat merebut pasar global. Anton martin juga mengatakan meskipun joint inspection ini belum ada payung hukumnya namun ini merupakan inovasi positif yang akan terus kita kembangkan agar nantinya dapat ditiru oleh kantor kantor lain di luar semarang.  Karena selain memangkas waktu, program ini dapat memangkas biaya, sehingga iklim bisnis ekpor Jawa Tengah dapat lebih kompetitif dan mampu bersaing dengan global.

Bea cukai juga berharap setelah adanya inovasi ini akan mendorong munculnya eksportir eksportir baru dari jawa tengah. “untuk saat ini komiditi andalan ekspor jawa tengah yaitu produk industri kayu dan tekstil,kami berharap setelah adanya inovasi joint inspection ini akan muncul eksportir eksportir baru ”, papar Anton Martin. Program Joint Inspection ini juga di harapkan menjadi reward dari pemerintah kepada para pengusaha sebagai bentuk komitmennya bahwa legal itu mudah dan illegal itu sulit.