Setelah sebelumnya menyelenggarakan Sosialisasi Implementasi Pilotting Single Submission (SSm) Pabean – Karantina, Bea Cukai dan BKIPM lakukan uji coba perdana Implementasi Pilotting Single Submission (SSm) Joint Inspection Bea Cukai – karantina dalam rangka membentuk National Logistics  Ecosystem (NLE) di pelabuhan Tanjung Emas, Senin (29/06). Pemeriksaan perdana pasca penerapan  sistem Single Submission (SSm) Pabean – Karantina  tersebut dilakukan bersama antara Bea Cukai tanjung Emas dan BKIPM Semarang yang bertempat di TPFT (Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu) Pelabuhan Tanjung Emas.

Sebanyak 600 bag atau berkisar 15000kg Dried Fish Scale (Sisik Ikan Kering) yang diimpor dari Bangladesh menjadi barang pertama yang mendapat pemeriksaan bersama (Joint Inspection ) Bea Cukai – Karantina. “Alhamdulillah telah kita lakukan uji coba Implementasi Pilotting Single Submission (SSm) Bea Cukai – Karantina, semuanya berjalan lancar berkat kerja keras dan sinergi teman teman kita baik yang dari Bea Cukai, Karantina maupun pengelola TPKS yang bertugas dengan sangat baik menyiapkan semuanya, baik dari segi sistem aplikasinya maupun yang bertugas dilapangan melakukan pemeriksaan, Saya apresiasi sekali kerja teman teman, mari kita ubah bersama masa pandemi ini menjadi masa untuk berinovasi dan berbenah lebih baik lagi”, Ujar Kepala Bea Cukai Tanjung Emas Anton Martin. Tak hanya itu Anton Martin juga berpesan untuk terus semangat membangun negeri, jangan lantas cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah dicapai tapi jadikan sebuah cambuk untuk terus berinovasi lagi dan lagi.

Implementasi Pilotting Single Submission (SSm) Bea Cukai – Karantina  diharapkan mempunyai manfaat yang besar sebagai solusi untuk mendorong perekonomian Indonesia khususnya di Jateng disaat pendemi Covid 19.

Selain itu program ini juga diharapkan dapat menjadi solusi yang dapat diterapkan di seluruh pelabuhan di Indonesia untuk memangkas angka dwelling time yang berimbas memangkas waktu dan biaya pengeluaran kontainer sehingga membuat iklim usaha dan investasi di Jawa Tengah semakin baik. “Mari kita ubah bersama masa pandemi ini menjadi masa untuk berinovasi dan berbenah menjadi lebih baik lagi untuk NKRI”, tutup Anton Martin.