Asosiasi Industri Persepedaan Indonesia (AIPI) melakukan kajian atas tinjauan impor sepeda di lapangan pada bulan April 2017. Menurut data AIPI, nilai bea masuk terhadap komoditi sepeda dan spare partnya masih jauh dari nilai sebenarnya, terutama di wilayah pemasukan pelabuhan Tanjung Emas. Hal tersebut menjadi latar belakang diadakannya Sharing Session oleh kepala kantor yang dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2017 di ruang rapat KPPBC TMP Tanjung Emas. kegiatan sharing session dilaksanakan pada pukul 09.30 dengan mengundang 14 perusahaan importir sepeda di wilayah Semarang. Tentu saja sharing session tersebut diadakan oleh kepala KPPBC TMP Tanjung Emas untuk mengetahui berbagai permasalahan yang ada dalam kegiatan importasi komoditi sepeda.

Cut off terhadap PIBT telah dilaksanakan sejak tanggal 13 Juli 2017 sehingga sudah tidak ada lagi istilah imoirtir borongan serta nilai impor dinilai berdasarkan harga transaksi atau sesuai metode penetapan nilai pabean. Menurut AIPI, secara teknis impor borongan memang sulit dihindari. Namun demikian apabila tarif impor borongannya dinaikkan, diharapkan dapat menurunkan praktik impor secara under invoice.

Belakangan ini memang importir borongan lebih berhati-hati meskipun dikenakan tarif harga yang lebih tinggi. Menurut AIPI, harga yang dikenakan masih jauh lebih rendah disbanding dengan nilai bea masuk resminya, terutama di wilayah pabean Pelabuhan Tanjung Emas yang selama ini dikenal sebagai pintu masuk utama impor secara borongan. Anggota AIPI sebagai produsen sepeda di dalam negeri siap mengantisipasi apabila terjadi kekosongan pasar akibat terjadinya penurunan impor yang disebabkan oleh segelintir pelaku usaha yang tidak tertib dalam kegiatan importasinya.

Permasalahan-permasalahan yang telah disampaikan oleh AIPI tersebut menjadi bahan pencarian solusi oleh KPPBC TMP Tanjung Emas. Dengan diadakannya sharing session dengan para importir komoditi sepeda, maka diharapkan agar terjadi sinergi antara Bea Cukai dan pengguna jasa sehingga segala permasalahan yang ada dapat dicari solusinya bersama untuk kenyamanan bersama.