Semarang (BCTemas) – KPPBC TMP Tanjung Emas adakan audiensi kepada Mitra Utama (MITA), Rabu, 10/02/202. Acara yang buka langsung oleh Rr. Retno Murti Dewayani selaku Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Emas di ruang rapat lantai 3 Bea Cukai Tanjung Emas tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari PT. Japfa Comfeed Indonesia. Audiensi yang dilakukan ini diharapkan mampu mendorong sinergi dan kepatuhan pengguna jasa.

Mitra Utama (MITA) Kepabeanan adalah Importir yang ditetapkan untukt melakukan pembongkaran barang impor di tempat lain selain kawasan pabean. Pembongkaran barang di tempat lain tersebut dapat dilakukan setelah memperoleh izin Kepala Kantor Pabean yang mengawasi tempat lain. Persetujuan pembongkaran barang impor di tempat lain itu dapat diberikan secara periodik dalam jangka waktu paling lama 30 hari. Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.108/PMK.04/2020. Sebagai mitra utama, pihak yang ditetapkan sebagai MITA Kepabeanan juga memperoleh berbagai pelayanan khusus kepabeanan. Pelayanan khusus tersebut salah satunya ditujukan untuk mempersingkat dwelling time.

Ketentuan lebih lanjut mengenai MITA Kepabeanan tercantum dalam PMK 229/2015 s.t.d.t.d PMK 211/2016 dan Perdirjen Bea dan Cukai No.PER-11/BC/2017. Menyebutkan bahwa MITA Kepabeanan adalah importir yang diberikan pelayanan khusus di bidang kepabeanan. Layanan khusus tersebut di antaranya pemeriksaan pabean dilakukan secara minimal.

MITA Kepabeanan merupakan penunjukan dan penetapan langsung oleh Direktorat Jenderal  Bea Cukai (DJBC), dimana penentaopan tersebut berdasarkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi para importir.

“Ketika suatu perusahaan sudah dinyatakan sebagai MITA Kepabeanan maka diharapkan konsistensinya dalam tetap mematuhi persyaratan yang ditetapkan diawal. Ketidakpatuhan dapat dipantau melalui kegiatan audit berkala, dan jika ada indikasi pelanggaran maka status MITA dapat dibatalkan. Dengan kata lain, fasilitas sebelumnya tidak dapat diberikan kembali” ucap Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Rr. R M Dewayani dalam kegiatan audiensi tersebut.