Dalam rangka meningkatkan pelayanan di bidang impor, Bea Cukai Tanjung Emas menyelenggarakan Focus Group Discussion “Tata Cara Pengisian Uraian Barang dalam PIB”, Selasa (10/11). Acara yang mengundang lima belas pemangku kepentingan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 3 Bea Cukai Tanjung Emas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Digagas oleh Seksi Penindakan dan Penyidikan serta Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen, focus group discussion dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Bea  Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Dalam acara yang berlangsung selama 2 jam ini, juga membahas program implementasi pengembangan CEISA 4.0 yang merupakan aplikasi terpadu atau single core system. Aplikasi terpadu ini mampu mengakomodir seluruh aplikasi pelayanan dan pengawasan Bea Cukai. Selain focus group discussion, pada kesempatan ini sekaligus dijadikan momen perkenalan antara Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen dengan para pengguna jasa yang hadir. Hal ini karena adanya penempatan tugas Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen yang baru di Kantor Bea Cukai Tanjung Emas. “Ceisa 4.0 ini juga memiliki fitur seperti rekonsiliasi atau terhubung dengan data perpajakan pengguna jasa sehingga memberikan kemudahan dan peningkatan layanan baik dalam proses bisnis pelayanan maupun pengawasan,” jelas Anton Martin. Dengan adanya pengembangan CEISA 4.0 diharapkan mampu menyukseskan program National Logistic Ecosystem dan dapat mendorong perekonomian Indonesia.