Dalam rangka meningkatkan pelayanan di Bidang Ekspor, Bea Cukai Tanjung Emas gelar Focus Group Discussion “Peningkatan Kualitas Ekspor melalui Rekonsiliasi“, Selasa (17/11). Bertempat di Ruang Pendidikan Lantai 3 Bea Cukai Tanjung Emas, acara ini dihadiri oleh puluhan pengguna jasa yang tergabung dalam Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Asosiasi Pengusaha Kawasan Berikat (APKB), Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI), dan Konsolidator dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Acara ini dibuka dengan sambutan Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin.

Latar belakang diadakannya focus group discussion ini karena masih terjadinya kesalahan yang dalam proses input data sehingga berpengaruh  dalam proses rekonsiliasi antara sistem ekspor dengan outward manifest . Selain itu, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jasa.  Anton Martin dalam sambutannya menegaskan untuk berkomitmen bersama instansi dan para pelaku bisnis dalam menghadapi kongesti di Pelabuhan dan sistem kelola nasional.

Focus group discussion yang digagas oleh Seksi Administrasi Manifes dan Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I ini menghadirkan dua pemateri yaitu Heru Sigit Jatmiko (Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai I) dan Eko Purwanto (Pemeriksa Bea Cukai Pertama). Selain focus group discussion, acara ini sekaligus menjadi sharing session untuk mencari solusi bersama berkaitan dengan kendala di lapangan. Setelah diadakannya focus group discussion “Peningkatan Kualitas Ekspor melalui Rekonsiliasi”, diharapkan pengguna jasa lebih mematuhi ketentuan yang berlaku agar tidak terjadi kendala pada proses rekonsiliasi ekspor dan outward manifest di kemudian hari.