1. Bagaimana penanganan penimbunan BKC yang belum dilunasi cukainya?
• BKC yang belum dilunasi cukainya dapat ditimbun dalam tempat penimbunan sementara (TPS) atau tempat penimbunan pabean (TPB) dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang diukur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• Dalam hal BKC sebagaimana disebut diatas berasal dari dalam daerah pabean, penimbunannya wajib dilindungi dengan dokumen cukai.
• BKC yang belum dilunasi cukainya yang dipergunakan sebagai bahan baku atau penolong dapat ditimbun didalam pabrik.

2. Apa kewajiban pengusaha pabrik yang menimbun BKC dipabrik?
• Menyelenggarakan pencatatan atas pemasukan, penimbunan dan pemakaian BKC pada catatan sediaan,
• Menempatkan sedemikian rupa BKC dan hasil produksinya di dalam tempat atau ruangan sehingga dapat diketahui jenis dan jumlah BKC yang belum dilunasi cukainya yang dipergunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong.
• Membuat laporan penggunaan/persediaan BKC setiap bulan dengan menggunakan formulir laporan penggunaan/persediaan BKC,
• Menyerahkan laporan sebagaimana dimaksud poin diatas kepada Direktur Jenderal melalui kepala kantor yang mengawasi pabrik dalam jangka waktu paling lama pada hari kesepuluh bulan berikutnya.

3. Apa setiap pemasukan atau pengeluaran BKC harus dilaporkan kepada petugas BC?
Pemasukan dan/atau pengeluaran BKC ke atau dari pabrik atau tempat penyimpanan wajib diberitahukan kepada Kepala Kantor yang mengawasi pabrik atau tempat penyimpanan dan dilindungi dengan dokumen pemberitahuan mutasi BKC.

4. Dokumen pemberitahuan mutasi BKC (CK-5) digunakan untuk melindungi kegiatan apa saja?
• Pengeluaran BKC yang belum dilunasi cukainya dari pabrik atau tempat penyimpanan dengan tujuan untuk dimasukan ke pabrik atau tempat penyimpanan lainnya dengan fasilitas tidak diungut cukai.
• Pemasukan BKC yang belum dilunasi cukainya ke pabrik atau tempat penyimpanan yang berasal dari kawasan pabean, TPS/TPB dengan fasilitas tidak dipungut cukai.
• Pemasukan dan pengeluaran BKC berupa HT yang belum dilunasi cukainya dari tempat pembuatan diluar pabrik ke dalam pabrik dan sebaliknya.
• Pengeluaran BKC yang belum dilunasi cukainya dari pabrik atau tempat penyimpanan dengan tujuan untuk diekspor dengan fasilitas tidak dipungut cukai.
• Pengeluaran BKC yang belum dilunasi cukainya dari pabrik atau tempat penyimpanan ke TPS atau TPB dengan fasilitas pembebasan cukai.
• Pengeluaran EA yang belum dilunasi cukainya dari pabrik atau tempat penyimpanan dengan fasilitas pembebasan cukai untuk digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan barang hasil akhir yang bukan merupakan BKC.
• Pengeluaran EA yang belum dilunasi cukainya dari TPS atau TPB dengan fasilitas pembebasan cukai untuk digunakan sebagai bahan baku atau bahan penolong dalam pembuatan BKC akhir yang bukan merupakan BKC.
• Pengeluaran EA yang telah dirusak sehingga tidak baik untuk diminum dari pabrik atau tempat penyimpanan.
• Pemasukan BKC yang sudah dilunasi cukainya ke pabrik dengan tujuan untuk dimusnahkan atau diolah kembali.
• Pemasukan BKC yang sudah dilunasi cukainya ke tempat lain diluar pabrik dengan tujuan untuk dimusnahkan untuk mendapatkan pengembalian cukai.
• Pengeluaran BKC berupa EA atau MMEA yang sudah dilunasi cukainya baik dengan cara pembayaran maupun pelekatan pita cukai, dari pabrik atau tempat penyimpanan.
• Pengeluaran BKC berupa EA atau MMEA yang sudah dilunasi cukainya baik dengan cara pembayaran maupun pelekatan pita cukai, dari TPS atau TPB.
• Pengeluaran BKC yang belum dilunasi cukainya dari pabrik atau tempat penyimpanan dengan fasilitas pembebasan cukai untuk:
o Keperluan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan
o Keperluan perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik
o Tujuan sosial
o Dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana pengangkut yang berangkat langsung keluar daerah pabean
• Pengeluaran BKC yang belum dilunasi cukainya dari kawasan pabean, tempat penimbunan berikat dengan fasilitas pembebasan cukai untuk:
o Keperluan perwakilan negara asing beserta para pejabatnya yang bertugas di Indonesia berdasarkan asas timbal balik
o Dikonsumsi oleh penumpang dan awak sarana pengangkut yang berangkat langsung keluar daerah pabean

5. Apa ada pengecualian dari dokumen CK-5 atas pengeluaran BKC tersebut?
• Terhadap pengeluaran BKC berupa HT, yang sudah dilunasi cukainya dengan cara pelekatan pita cukai dari pabrik atau kawasan pabean/TPS
• Dalam keadaan darurat karena adanya kebakaran, banjir, atau bencana alam lainnya, BKC pabrik atau tempat penyimpanan dapat dikeluarkan atau dipindahkan ke pabrik, tempat penyimpanan atau tempat lainnya.

6. Apakah kewajiban lapor apabila pengeluaran atau pemindahan dalam keadaan darurat?
Pengeluaran atau pemindahan BKC wajib diberitahukan secara tertulis kepada kepala kantor yang mengawasi pabrik atau tempat penyimpanan dalam jangka waktu paling lama pada hari kerja ke 6 setelah hari dimulainya pengeluaran atau pemindahan BKC tersebut.

7. Apakah bea cukai melakukan pengawasan khusus terhadap pengeluaran pemasukan BKC ini?
Pejabat bea dan cukai dapat melakukan pengawasan langsung pemasukan dan pengeluaran BKC, dalam hal:
• Pemasukan dan pengeluaran BKC berupa EA ke atau dari pabrik atau tempat penyimpanan.
• Pemasukan dan pengeluaran BKC berupa MMEA dengan kadar berapapun ke atau dari pabrik yang memproduksi MMEA dalam satu tahun melebihi 50.000 liter dan/atau
• Terdapat dugaan bahwa pengusaha pabrik atau pengusaha tempat penyimpanan akan atau telah melakukan penyimpanan terhadap peraturan perundang-undangan dibidang cukai.

8. Apa setiap pengangkutan BKC wajib dilindungi dokumen?
Pengangkutan BKC yang belum dilunasi cukainya, baik dalam keadaan setelah dikemas dalam kemasan untuk penjualan eceran maupun dalam keadaan curah atau dikemas dalam kemasan bukan untuk penjualan eceran wajib dilindungi oleh dokumen cukai.

9. Apa ada pengecualian atas pengangkutan BKC yang wajib dilindungi dokumen?
Pengangkutan BKC yang dikecualikan berupa:
• Tembakau iris yang dibuat dari tembakau hasil tanaman di Indonesia yang tidak dikemas untuk penjualan eceran dengan bahan pengemasan tradisional yang lazim dipergunakan dalam pembuatan HT dan/atau pada kemasan ataupun tembakau irisnya tidak dibubuhi merek dagang, etiket atau sejenis itu; dan
• MMEA hasil peragian atau penyulingan yang dibuat oleh rakyat di Indonesia secara sederhana, semata-mata untuk pencaharian dan tidak dikemas untuk penjualan eceran.

10. BKC selain HT apa yang wajib dilindungi dokumen pengangkutan?
Pengangkutan BKC yang sudah dilunasi cukainya, dari suatu tempat ke tempat lainnya dalam peredaran bebas, yang terdiri dari:
• EA dalam jumlah melebihi 6 liter, atau
• MMEA dengan kadar lebih dari 5% dalam jumlah lebih dari 6 liter wajib dilindungi dengan dokumen cukai.