1.       Apakah yang dimaksud dengan barang-barang bawaan jamaah haji?

Barang-barang bawaan jamaah haji Indonesia merupakan barang-barang yang dipergunakan dan dibutuhkan oleh para jamaah haji dalam rangka menjalankan ibadah haji, yang dibawa pada saat keberangkatan dan/atau kedatangannya kembali ke Indonesia.

 

2.       Bagaimanakah prosedur pemeriksaan barang-barang bawaan jamaah haji?

  • Saat Keberangkatan:

Pada prinsipnya terhadap barang-barang bawaan calon jamaah haji tidak dilakukan pemeriksaan oleh petugas bea dan cukai. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terhadap barang-barang yang dilarang/dibatasi ekspornya.

  • Saat Kedatangan:
  1. Jamaah haji yang datang dari luar negeri dengan menggunakan kapal laut/pesawat udara pada prinsipnya terhadap mereka diberlakukan ketentuan sebagaimana lazimnya penumpang kapal laut/pesawat udara pada umumnya yaitu menggunakan formulir Customs Declaration (CD).
  2. Dalam rangka pelayanan terhadap jamaah haji secara prinsip tidak dilakukan pemeriksaan oleh petugas bea dan cukai atas  barang bawaan mereka.
  3. Pemeriksaan hanya dilakukan dalam hal ada kecurigaan berdasarkan informasi yang kuat terhadap barang-barang yang:

(1)    Dilarang/dibatasi impornya;

(2)    Harga barang yang dibeli di luar negeri yang nilainya lebih dari USD 250 per orang.

 

3.       Barang-barang apa sajakah yang tidak boleh dibawa oleh jamaah haji ke Luar Negeri?

Barang-barang yang tidak boleh dibawa jamaah haji ke luar negeri:

  1. Emas dan Perak, baik yang berupa bijih maupun yang murni;
  2. Barang-barang  yang merupakan larangan ekspor antara lain barang peninggalan sejarah/purbakala, tanaman/hewan langka, dsb
  3. Barang-barang lainnya yang diatur/ditentukan oleh panitia pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji (P3H) berdasarkan aturan larangan pemasukan di Saudi Arabia dan barang lain berdasarkan  alasan  keamanan serta kenyamanan penerbangan.

 

4.       Bagaimana prosedur  membawa  uang rupiah keluar atau masuk wilayah Republik Indonesia?

  1. Setiap orang yang membawa uang rupiah  sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) atau lebih  ke luar  wilayah pabean RI, wajib terlebih  dahulu memperoleh izin dari  Bank Indonesia.
  2. Setiap orang yang membawa uang rupiah  sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) atau lebih  masuk  wilayah pabean RI, wajib terlebih  dahulu memeriksaan keaslian uang tersebut kepada petugas Bea dan Cukai di tempat tempat kedatangan.

 

5.       Barang-barang apa sajakah yang dapat dibawa masuk ke dalam wilayah Indonesia oleh jamaah haji?

  1. Pada prinsipnya boleh membawa semua  jenis barang sepanjang bukan merupakan barang larangan atau berbahaya, seperti senjata api, uang palsu dan narkotika.
  2. Barang keperluan diri dan atau bekal jamaah haji serta buah tangan selama dalam menjalankan ibadah haji.

 

6.       Apa sajakah barang-barang jamaah haji yang mendapat fasilitas pembebasan bea masuk?

  1. Barang-barang keperluan diri penumpang, yaitu barang-barang yang diperlukan dan dipergunakan oleh jamaah haji yang bersangkutan selama dalam menjalankan ibadah haji antara lain alat-alat ibadah (sajadah, mukena, tasbih. Sorban, kopiah, peci, sarung), alat pencukur, alat  kecantikan dan lain-lain;
  2. Sisa bekal yaitu makanan , minuman, obat-obatan yang dijadikan bekal/kebutuhan para  jamaah haji selama dalam perjalanan ibadah haji;
  3. Barang-barang yang nilainya tidak melebihi FOB USD 250 per orang,