DSC_0057Kamis, 30 Juli 2015 bertempat di Aula Lt.IV Gedung Kantor Wilayah DJBC Jateng & DIY, telah dilaksanakan sosialisasi TPS Online. Acara yang diinisiasi oleh Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas tersebutd dihadiri oleh Plt. Kepala KPPBC TMP A Semarang, Agung Hardjito, Kepala KSOP Tanjung Emas, General Manajer TPKS Semarang, serta jajaran pejabat eselon III dan IV di lingkungan Kantor Wilayah DJBC Jateng & DIY. Peserta sosialisasi meliputi pengurus asosiasi GINSI, INSA,  GAPEKSI beserta para eksportir, importir (produsen, umum, tertentu), PPJK, forwarder di lingkungan kerja KPPBC TMP Tanjung Emas dan KPPBC TMP A Semarang.

Acara dibuka pukul 14.00 WIB dengan dua nara sumber yaitu Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Ardianto dan perwakilan GM TPKS Semarang, Subanda. Secara garis besar nara sumber mengungkapkan bahwa TPS Online adalah terobosan yang dilakukan oleh KPPBC TMP Tanjung Emas bekerjasama dengan TPKS Semarang dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan. Dengan adanya sistem TPS Online maka pelaku usaha dapat melakukan submit data yang terkoneksi antara sistem pada DJBC dan sistem pada TPKS. Sistem tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha agar arus lalu lintas barang dapat berjalan lebih baik.

Hal tersebut juga terkait isu dwelling time yang selalu menjadi momok bagi pelaku usaha maupun bagi fasilitator (DJBC dan TPKS). Sudah menjadi mahfum bahwa dwelling time menjadi benchmark yang populer dalam mengukur keseimbangan kinerja pengawasan maupun pelayanan DJBC. Walaupun sebenarnya ada perbedaan mendasar antara pengukuran dwelling time dengan pengukuran customs clearence, namun masyarakat umum masih mengagnggap bahwa segala sesuatu terkait lambatnya lalu lintas barang di pelabuhan disebabkan oleh kinerja DJBC.

DSC_0076“Dengan TPS Online semoga kita dapat menekan waktu yang diperlukan bagi pelaku usaha untuk memproses barang dari kedatangan kapal hingga barang sampai di gudang importir. Yang perlu diperhatikan adalah peran serta dari pelaku usaha untuk betul-betul memahami dan memanfaatkan sistem yang disediakan. Di sisi lain, sistem yang bersifat logic ini tidak dapat mengambil kebijakan karena bersifat unik dan pasti. Kesalahan submit data bisa menjadi fatal akibatnya”, ungkap Subanda.

Khusus untuk pelabuhan Tanjung Emas waktu dwelling time masih berkisar di angka 7 hari. Masih lebih lama dari target yang dicanangkan yaitu 4 hari saja. Dwelling time dipengaruhi oleh banyak faktor dari prosedur pre customs clearence, customs clerence hingga post customs clearence. Yang cukup membanggakan bagi adalah catatan waktu customs clearence KPPBC TMP Tanjung Emas yang mengalami perbaikan dari tahun ke tahun. Pada 2013 masih berkisar di angka 3.4 hari, membaik menjadi 2.9 hari pada 2014 dan pada tahun 2015 semakin baik menjadi 1.99 hari. Namun menurut Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas, Ardianto, catatan waktu tersebut masih kurang karena target yang diharapkan adalah 1.75 hari saja.