SEMARANG – Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi meresmikan 3 laboratorium baru milik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang berada di KPPBC TMP Merak, KPPBC TMP B Bandar Lampung, dan KPPBC TMP Tanjung Emas. Ketiga laboratorium tersebut merupakan satelit dari Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB). Peresmian dilaksanakan pada hari Senin, 18 Desember 2017 di Aula KPPBC TMP Tanjung Emas dengan simbol memukul gong, penandatanganan prasasti, dan pemotongan pita.

Bukan hanya 3 laboratorium, Heru juga meresmikan terobosan baru yakni Mobile Laboratory yang mana merupakan laboratorium di dalam mobil yang dapat digunakan saat mendesak dan dapat bermobilitas tinggi. Dengan kemampuan tersebut, Mobile Laboratory akan mempercepat pelayanan identifikasi barang ekspor impor sehingga akan berdampak positif mengurangi waktu bongkar muat (dwelling time).

Laboratorium merupakan salah satu sarana penting Bea Cukai mengingat fungsinya sebagai revenue collector, DJBC harus dapat menentukan jenis komoditi barang dengan akurat untuk mengetahui harga barang dengan benar sehingga akan memungut pungutan negara dalam jumlah yang sesuai. Dengan sarana tersebut Bea Cukai pernah menggagalkan ekspor 114kg mutiara senilai Rp 45 Miliar yang diberitahukan sebagai manik-manik senilai Rp 2 Miliar. Selain itu tentu laboratorium tersebut sudah dilengkapi alat-alat canggih yang dapat mendeteksi barang-barang lainnya seperti logam, kulit, batu-batuan, pita cukai, dll.

Selain itu, sebagai community protector DJBC harus dapat menghindarkan masyarakat dari barang terlarang seperti narkoba, bahan peledak, dll., laboratorium tersebut juga sudah dapat mengidentifikasi 29 jenis narkotika.

“Dengan pembentukan laboratorium satelit yang direncanakan tersebar di wilayah Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa Bea Cukai,” ujar Heru.