Semarang (04/10/2018) – Kamis, 4 Oktober 2018, seluruh Kantor Bea Cukai serentak melaksanakan Upacara Peringatan Hari Bea Cukai ke-72 yang tepatnya jatuh pada tanggal 1 Oktober. Begitu pula Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Kantor Bea Cukai Tanjung Emas dan Kantor Bea Cukai Semarang yang melakasanakan upacara gabungan.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta, Parjiya, yang menjadi inspektur upacara meyampaikan amanat Menteri Keuangan dalam peringatan Hari Bea Cukai 2018.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Demikian juga dengan organisasi, yang perlu melihat kembali sejarah dan perjalanan di masa lalu sebagai sarana untuk perenungan, rasa syukur, instropeksi dan juga merumuskan strategi yang lebih baik untuk masa mendatang.

1 Oktober, 72 tahun yang lalu telah dibentuk suatu organisasi yang diberi nama “Pejabatan Bea dan Cukai”. Pada tahun 1948, nama organisasi tersebut berubah menjadi “Jawatan Bea dan Cukai”, yang kemudian saat ini dikenal dengan nama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Perjalanan panjang transformasi organisasi telah membawa Bea Cukai saat ini pada pintu gerbang sebuah era, yaitu era lepas landas tahun 2019 menuju Bea Cukai modern, dimulai dengan program reformasi birokrasi tahun 1995 dan dilanjutkan dengan penguatan reformasi pada tahun 2016.
Dikatakan sebagai era lepas landas karena Bea Cukai mendapat momentum untuk benar-benar terlepas dari kesan negatif yang ada di masa lalu dan momentum untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat akan kredibilitas institusi Bea Cukai.

“Saya berpesan khususnya kepada generasi muda Bea Cukai, jangan pernah berpikir Bea Cukai hanyalah satpam yang menjaga pintu masuk dan keluar barang impor ekspor saja. Berpikirlah secara makro dan luas. Bea Cukai tidak hanya merupakan agen fiskal yang memungut penerimaan, namun juga merupakan agen perekonomian, yang turut menjaga pertumbuhan dan stabilitas ekonomi bangsa Indonesia,”  Ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Sri Mulyani juga yakin bahwa ke depan, ia yakin tantangan tidak lebih mudah. Kerja keras dan kerja cerdas merupakan prasyarat untuk menjawab setiap tantangan yang ada.

Dirgahayu Bea Cukai! Jaga komitmen tinggi, terus bekerja cerdas dan berintegritas demi mewujudkan Bea Cukai makin baik, Kementerian Keuangan makin baik, dan bangsa Indonesia yang makin baik.