Semarang (19/02/21) – Awali tahun 2021, Bea Cukai Tanjung Emas naikkan target penerimaan bea masuk sebesar 11,8% dari capaian penerimaan bea masuk Tahun 2020 senilai Rp. 1.384.545.173.949 atau 104,88% dari target penerimaan. Dari total Penerimaan sebesar 1,446 Triliun Rupiah sebelumnya di tahun 2020, Bea cukai Tanjung Emas optimis capai penerimaan tahun 2021 sebesar 1,500 Triliun Rupiah.

Pada tahun lalu penyumbang bea masuk terbesar berasal dari bahan produk susu, parts sepeda dan mesin sedangkan bea keluar masih sama dengan tahun 2019 penyumbang terbesarnya yakni dari ekspor produk veneer. Namun pada tahun ini untuk nilai ekspor cenderung akan turun dikarenakan tarif ekspor produk veneer yang semula 15% menjadi 5%.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin menyatakan bahwa “bea masuk tersebut selain sebagai sumber pendapatan negara untuk pembiayaan pembangunan nasional juga dalam rangka pengendalian impor khususnya barang konsumtif dan memaksimalkan bahan baku lokal guna ketahanan dan kemandirian industry nasional” ungkapnya.

Tahun 2021 pandemi Covid-19 akan tetap menjadi tantangan sendiri bagi Direktorat Jenderal Bea Cukai dalam menjalankan tugasnya baik sebagai Revenue Collector maupun Industrial Assistance. Pasalnya di tengah penerimaan pajak negara yang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19, Bea Cukai juga dituntut untuk menjalankan tugasnya sebagai Industrial Assistance dan Trade Facilitator yaitu memberikan dukungan kepada industri dalam negeri agar tetap mampu bertahan selama krisis ekonomi yang ditimbulkan akibat pandemi Covid-19. Namun meskipun demikian  penerimaan dari sisi kepabeanan dan cukai secara nasional pada tahun 2021 diharapkan tetap mengalami pertumbuhan yang positif.

Anton Martin juga berharap pencapaian di tahun lalu dapat menjadi cambukan agar kedepannya kita dapat berkarya lebih baik lagi untuk Indonesia dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional pasca pandemi Covid-19.