SEMARANG, BCTEMAS – Sinergi antara Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Pasar Baru, dan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah berhasil gagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ekstasi di kalangan mahasiswa di Semarang, Senin (12/03/2018).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bea Cukai Pasar Baru, Petugas Bea Cukai Tanjung Emas melakukan pemeriksaan mendalam atas barang kiriman melalui Kantor Pos Lalu Bea Semarang berupa paket yang diberitahukan sebagai surat dari Belanda dengan penerima seorang mahasiswa berinisial CPI (22 tahun).

Di dalam paket kiriman tersebut terdapat 9 (sembilan) butir tablet warna hijau berlogo “Tiga Berlian” dibungkus plastik kedap udara dan disembunyikan dalam bungkusan kertas. Setelah dilakukan pengujian di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Jakarta, butiran hijau tersebut positif methylenedioxymethampetamine (MDMA) atau yang akrab disebut ekstasi.

Atas temuan tersebut, Bea Cukai Tanjung Emas menginformasikan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah untuk melakukan pengawasan lebih lanjut.

Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Narkotika di BNNP Jawa Tengah (BCTEMAS/Pramesti Bintang Mahapsari)

Pada Senin, 26 Maret 2018 pukul 21.30 WIB, Tim Bidang Pemberantasan BNNP Jawa Tengah melakukan penangkapan terhadap CPI. Dalam pemeriksaan, 9 butir ekstasi (MDMA) tersebut dipesannya secara online seharga Rp 800.000,- (delapan ratus ribu rupiah) dan dibayar menggunakan uang elektronik.

Kasus ini menjadi bukti bahwa mahasiswa atau pelajar masih menjadi salah satu sasaran edar dari jaringan sindikat narkotika internasional. Pada tahun 2017, penyalahguna narkotika di kalangan mahasiswa/pelajar di Jawa Tengah menyumbang sebanyak 27% dari total 500.000 penyalahguna.

Tjertja Karja Adil, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas (BCTEMAS/Pramesti Bintang Mahapsari)

“Lingkungan kampus dan mahasiswa sampai saat ini masih menjadi incaran para pengedar, ini akan berdampak luar biasa, mereka adalah generasi emas kita. Jika kita tidak mampu menanggulangi bersama, tentu akan menjadi ancaman bagi kedaulatan negara,” ungkap Tjertja Karja Adil, Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas.

Pewarta: Anis Yulianti