Semarang (14/11/2019) – Bea Cukai Tanjung Emas berhasil  mengagalkan upaya penyelundupan methampetamine (sabu-sabu) dengan total bruto 2.070 gram yang disembunyikan di dalam Microwave (false compartement) di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Minggu, 3 November 2019, sekitar pukul 09.00 WIB di Terminal Kedatangan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Petugas Bea Cukai Tanjung Emas berhasil melakukan penindakan terhadap seorang perempuan berkewarganegaraan Indonesia berinisial V (18 Tahun) yang merupakan penumpang Air Asia Flight dengan nomor penerbangan AK328 rute Kuala Lumpur – Semarang.

Berdasarkan analisa dan profiling atas manifest penumpang, kedapatan tingkah laku mencurigakan terhadap penumpang tersebut. Atas kecurigaan tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap badan dan barang bawaan yang bersangkutan. Dari hasil interogasi awal, penumpang mengaku turun di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan tujuan ke Kabupaten Pati untuk selanjutnya ke Kota Surabaya.

Hasil Citra X-Ray atas barang bawaan kedapatan sebuah oven/microwave. Setelah kemasan dibuka dan dilakukan pemeriksaan, pada lapisan atas dan bawah oven tersebut ditemukan kristal bening yang diduga metamphetamine, dikemas dan disembunyikan dalam kantong plastik sebanyak 4 (empat) buah (dibagian atas) dengan berat bruto 1.138 gram dan 6 (enam) buah (dibagian bawah) dengan berat bruto 932 gram, sehingga berat bruto total menjadi 2.070 gram. Selanjutnya dilakukan pengujian awal menggunakan Narcotic Identification Kits (NIK) dan dilanjutkan dengan pemeriksaan Laboratorium Bea Cukai Tanjung Emas dengan hasil positif methampetamine (sabu-sabu) dengan total bruto 2.070 gram.

Atas temuan tersebut, petugas membawa pelaku ke Kantor Bea Cukai Tanjung Emas untuk pemeriksaan lebih lanjut dan diserahterimakan kepada tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah.