Semarang (20/08/2018) – 2018 merupakan tahun dimana Indonesia dipercaya menjadi negara penyelenggara beberapa acara besar, dimana salah satunya adalah Asian Games yang ke-18. Ini adalah kedua kalinya Indonesia diamanahi untuk menyelenggarakan perhelatan terbesar se-Asia.

Selain mundurnya Vietnam sebagai tuan rumah, alasan mengapa Indonesia dipilih karena Indonesia memiliki perekonomian yang stabil dan memiliki arena olahraga standar Internasional. Sehubungan dengan diselenggarakannya kegiatan penting tersebut, maka segala keperluannya harus dipersiapkan secara matang oleh berbagai institusi negara, salah satunya bea cukai.

Cara yang dilakukan yaitu dengan memberikan fasilitas pembebasan bea masuk dan pajak dalam rangka impor untuk barang-barang atlet dan official. Hal ini berdasarkan PMK Nomor 256 Tahun 2016 mengenai Pembebasan Bea Masuk Atas Impor Barang untuk Keperluan Olahraga.

Disamping pemberian fasilitas, peningkatan pelayanan juga dilakukan agar tercipta pelayanan yang cepat dengan pengawasan yang tetap optimal, contohnya mulai dari pemberian jalur khusus (merah dan hijau) bagi importasi barang milik peserta, hingga Bea Cukai Tanjung Priok yang melakukan pelayanan selama 24 jam non-stop.