Bea Cukai Tanjung Emas ikuti Audiensi yang diselenggarakan  Indonesia Power, Selasa (8/9). Audiensi ini diselenggarakan terkait status barang impor dari Indonesia Power yang berhubungan dengan proyek Tambak Lorok Combined Cycle Power Plant Block 3 Capacity 779MW. Acara yang juga dihadiri oleh Vice President SSP PT Indonesia Power dan Konsorsium pembangunan power plant, kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah dan D.i. Yogyakarta, Kepala KPPBC TMP Tanjung Emas tersebut dilaksanakan melalui Zoom Media Conference.

                Dalam audiensi ini PT Indonesia Power berterima kasih atas peran Trade fasilitator yang sudah dilakukan  KPPBC TMP Tanjung Emas dalam pelaksanaan importasi barang untuk keperluan Tambak Lorok Combined Cycle Power Plant Block 3 Capacity 779MW sebagai salah satu proyek strategis nasional. Selain itu, PT Indonesia Power juga berkomitmen akan melakukan upaya optimal pengurusan dokumen pelengkap pabean terkait lartas besi dan baja ke Kementerian Perdagangan dan menyelesaikan kewajiban pabean sebelum pengumuman lelang. Hal ini Karena barang impor untuk power plant tersebut sudah lebih dari 90 hari dan belum diselesaikan kewajiban pabeannya sehingga  status barangnya dinyatakan sebagai Barang Tidak Dikuasai Negara (BTD).