Kamis, 09 Maret 2017

Dilaksanakan apel rutin di Halaman Kantor Wilayah DJBC Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta dengan pengambil apel Kepala KPPBC TMP A Semarang, Iman Prayitno. Apel diawali dengan menyanyikan mars bea dan cukai dilanjutkan dengan penghormatan dan laporan.

Amanat pengambil apel, Iman Prayitno mengisahkan tentang ikan salmon yang biasanya menjadi bahan pembuatan makanan-makanan Jepang seperti sashimi / sushi. Diceritakan bahwa ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yang sudah diawetkan dengan es. Itu sebabnya para nelayan selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup. Namun pada kenyataannya, banyak salmon yang mati di kolam buatan tersebut. Kemudian para nelayan berpikir bagaimana caranya agar tidak banyak salmon yang mati dalam perjalanan. Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil dikolam tersebut. Apa yang terjadi? Ternyata hiu kecil tersebut ‘memaksa’ salmon-salmon itu terus bergerak agar jangan sampai dimangsa sehingga jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit.

Dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam hidup kita harus memiliki hiu-hiu kecil agar kita bergerak dan tidak mati. Seperti dalam kehidupan bekerja di Kementerian Keuangan khususnya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ada kontrak kinerja, Beliau berpesan untuk menjadikan kontrak kinerja tersebut sebagai hiu-hiu kecil yang memotivasi pegawai untuk bergerak demi Bea Cukai Makin Baik!